KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PAWANG HUJAN DI DESA KEDABURAPAT KECAMATAN RANGSANGBARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DI TINJAU DARI AQIDAH ISLAM

Nurfitriyanti, (2012) KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PAWANG HUJAN DI DESA KEDABURAPAT KECAMATAN RANGSANGBARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DI TINJAU DARI AQIDAH ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_201231AF.pdf

Download (545kB) | Preview

Abstract

Desa Kedaburapat mayoritas beragama Islam, islam yang menjadi pedoman bagi manusia dalam mencari kesenangan dunia maupun di akhirat, Islam menjadi dasar pandangan hidup masnusia. Tetapi ada kebiasaan yang masih dilakukan oleh masyarakat Desa Kedaburapat. Salahsatunya ialah meyakini jasa pawang hujan yang menurutnya mempunyai kekuatan untuk memindahkan hujan. Walaupun jasa pawang hujan ini berten tangan dengan aqidah Islam. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) faktor-faktor apakah yang menyebabkan masyarakat Desa Kedaburapat bisa percaya terhadap pawang hujan, 2) Bagaimana pelaksanaan pawang hujan yang dipercayai oleh masyarakat Desa Kedaburapat dan bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap pawang hujan di tinjau dari aqidah Islam. Penelitian ini bersifat lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsangbarat Kabupaten Kepulaun Meranti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepercayaan masyarakat Desa Kedaburapat terhadap keberadaan dan kemampuan pawang hujan dan mengetahui pandangan Islam terhadap pawang hujan ditinjau dari segi pandangan Islam. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsangbarat kabupaten Kepulaun Meranti. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah kepercayaan masyarakat terhadap pawang hujan. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 500 0rang dengan 50 orang yang diambil dengan teknik pengumpulan data sample random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah dengan menggunakan observasi, interviu dan studi perpustakaan. Sedangkan metode penulisan yang digunakan peneliti adalah metode Deskriptif yaitu dengan menggambarkan dan status fenomena yang diperoleh secara apa adanya. Dengan penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan bahwa (1)Setelah melihat serta menganalisa tatacara yang dilakukan oleh dukun pawang hujan yang dilakukan secara ritual dan didalamnya terdapat unsur Ghaib, maka jelaslah bahwa pawang hujan ini bertentangan dengan ajaran Islam. (2)Masyarakat Desa Kedaburapat kurang memamahami aqidah Islam yang sesungguhnya, sehingga pelaksanaan pawang hujan yang dipercayai oleh Masyarakat Desa Kedaburapat dianggap biasa-biasa walau bertentangan dengan aqidah Islam. (3)Pengaruh yang lebih kuat dan pihak dukun tersebut bertitik tolak dari 2 faktor yang menunjang lestarinya praktek pawang hujan dalam Masyarakat Desa Kedaburapat,: a)Faktor tradisi budaya Masyarakat memandang perdukunan pawang hujan sebagai suatu ritual yang wajar seperti juga dalam Masyarakat lain dan sudah di warisi sejak lama dari nenek moyangnya. b)Faktor pendidikan dan pengetahuan agama, disamping itu tingkat pengetahuan agama yang relatif rendah pada semua tingkat dan kalangan masyarakat Desa Kedaburapat yang kurang mampu mendeteksi dan mengantisipasi secara transparan kepercayaan yang sinkretisme antara Islam dan non Islam yang berkembang dalam masyarakatnya. ss

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 08 Dec 2016 08:08
Last Modified: 08 Dec 2016 08:19
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9553

Actions (login required)

View Item View Item