ANDRE WIRANDI, - (2026) TANGGUNG JAWAB AGEN AYAM DALAM HUBUNGAN JUAL BELI AYAM TERHADAP PEDAGANG ATAS CACAT TERSEMBUNYI DI PASAR JAYA MUKTI KOTA DUMAI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (Bab Gabungan)
BEBAS PUSTAKA UNIV ANDRE KECUALI BAB 4 - Andre Wirandi.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BEBAS PUSTAKA UNIV ANDRE BAB IV SAJA - Andre Wirandi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (791kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
Adobe Scan May 2026 - Andre Wirandi.pdf - Published Version Download (109kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perlindungan hukum bagi pedagang ayam potong di Pasar Jaya Mukti, Kota Dumai, terutama terkait maraknya temuan ayam cacat tersembunyi yang didistribusikan oleh agen. Meskipun pasar tradisional memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat, praktik pendistribusian pangan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya transparansi kualitas barang, lemahnya pengawasan terhadap pelaku usaha, serta kurangnya pemahaman agen mengenai kewajiban hukum dalam transaksi jual beli. Kondisi ini menyebabkan pedagang sering menanggung kerugian akibat menerima ayam dalam kondisi cacat yang baru diketahui setelah proses pembersihan atau sebelum dijual kembali kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab agen terhadap pedagang atas ayam cacat tersembunyi serta mengidentifikasi faktor faktor. Penelitian menggunakan metode empiris yuridis dengan memadukan kajian terhadap ketentuan hukum positif dan data lapangan melalui wawancara, observasi langsung, serta kajian bahan hukum primer dan sekunder. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi tanggung jawab agen dalam praktik perdagangan ayam di pasar tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Perdata KUH khususnya Pasal 1504, 1506, dan 1507 serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen memberikan dasar hukum yang jelas mengenai tanggung jawab penjual atas cacat tersembunyi, penerapan norma tersebut belum berjalan efektif di Pasar Jaya Mukti. Hubungan dagang antara agen dan pedagang bersifat perjanjian informal tanpa tertulis, sehingga mekanisme pertanggungjawaban hanya bergantung pada kepercayaan dan kebiasaan pasar. Pedagang sering kali menerima kompensasi yang tidak sebanding dengan kerugian, sementara agen kerap berdalih bahwa cacat berasal dari pemasok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas tanggung jawab agen dapat ditingkatkan melalui penerapan standar mutu, penguatan mekanisme pembuktian cacat tersembunyi, serta konsistensi penerapan prinsip tanggung jawab rantai. Dengan demikian, perlindungan hukum bagi pedagang dapat diwujudkan secara lebih proporsional dalam praktik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 May 2026 01:37 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 May 2026 01:37 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93718 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
