Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

USIA IDEAL MENIKAH DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

AFRINALD RIZHAN, - (2026) USIA IDEAL MENIKAH DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF. Disertasi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL_com - Afrinald Rizhan.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Afrinald Rizhan.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT SERAH TERIMA - Afrinald Rizhan.pdf - Published Version

Download (94kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Usia ideal menikah merupakan isu krusial dalam kajian hukum Islam dan hukum positif karena berkaitan langsung dengan kesiapan individu membentuk keluarga serta upaya perlindungan terhadap hak anak dan perempuan. Perbedaan pendekatan antara hukum Islam yang menekankan kesiapan substantif melalui konsep baligh dan rusyd dengan hukum positif yang menetapkan batas usia minimal menikah kerap menimbulkan perdebatan normatif dan praktis, khususnya dalam konteks pencegahan perkawinan usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep usia ideal menikah dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia, serta merumuskan kerangka konseptual yang relevan dengan karakteristik Generasi Z dan proyeksi Generasi Alpha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang didukung data empiris, melalui analisis terhadap sumber hukum primer berupa Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, serta literatur hukum dan sosial yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam tidak menetapkan usia menikah secara numerik, melainkan mensyaratkan tercapainya kesiapan menyeluruh (rusyd) yang mencakup kematangan fisik, psikologis, sosial, dan tanggung jawab moral. Sementara itu, hukum positif menetapkan batas usia minimal menikah sebagai instrumen perlindungan hukum terhadap anak, kesehatan reproduksi, dan keberlanjutan pendidikan. Temuan empiris mengungkap bahwa Generasi Z memandang usia ideal menikah secara rasional dan kontekstual dengan menitikberatkan pada kesiapan emosional, pendidikan, dan stabilitas ekonomi. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pendekatan integratif dalam penentuan usia ideal menikah, analisis terhadap persepsi dan preferensi Generasi Z dan Generasi Alpha, serta pengembangan assessment rusyd sebagai model implementatif penilaian kesiapan menikah yang melengkapi batas usia formal. Kata Kunci: Usia Ideal Menikah, Hukum Islam, Hukum Positif, Generasi Z, Generasi Alpha, Assessment Rusyd.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAKBARIZAN, -2001107101akbarizan@uin-suska.ac.id
Thesis advisorZAILANI, -2027047201Zailani@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Program Pascasarjana > S3 > Hukum Keluarga
Depositing User: Mr Eko Syahputra
Date Deposited: 25 May 2026 01:43
Last Modified: 25 May 2026 01:43
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93704

Actions (login required)

View Item View Item