USAHA PENJUAL PAKAIAN KREDIT MASYARAKAT DESA SAWAH KECAMATAN KAMPAR UTARA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA DITINJAU MENURUT EKONOMI ISLAM

Nur Afniza, (2012) USAHA PENJUAL PAKAIAN KREDIT MASYARAKAT DESA SAWAH KECAMATAN KAMPAR UTARA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA DITINJAU MENURUT EKONOMI ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_2012168EI.pdf

Download (429kB) | Preview

Abstract

Jual beli adalah merpakan sarana tolong menolong antara sesama manusia mempunyai landasan yang amat kuat dalam Islam da para ulama fiqih mengambil suatu kesimpulan, bahwa jual beli itu hukumnya mubah (boleh). Di Desa Sawah juga pekerjaan menjual secara kredit tersebut bukan pekerjaan sampingan, akan tetapi pekerjaan tersebut pencaharian pokok bagi sebahagian masyarakat Desa Sawah. Berdasarkan fenomena yang terjadi di Desa Sawah bahwa dalam menjual pakaian secara kredit adanya tambahan harga yang dapat merugikan pembeli. Hal ini terlihat pada kejadian di lapangan yang diamati peneliti, misalnya; si A sedang transaksi secara kredit, namun ketika itu datang si B ingin membeli secara cash atau tunai, lalu si pedagang pakaian tersebut menjualnya kepada si B tanpa persetujuan si A. Kemudian jual beli tersebut juga tergantung pada syarat bahwa; pedagang mengatakan “jika membeli secara kontan atau tunai harganya Rp. 50.000.- dan jika dibeli secara kredit harganya Rp. 70.000.-, sedangkan modalnya hanya Rp. 30.000,-. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana usaha penjual pakaian kredit masyarakat Desa Sawah dalam meningkatan ekonomi keluarga? Dan Bagaimana tinjauan ekonomi Islam terhadap usaha penjual pakaian kredit masyarakat Desa Sawah?. Sedangkan batasan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana usaha penjual pakaian secara kredit masyarakat Desa Sawah dalam penetapan harga serta prospeknya dalam meningkatkah ekonomi kelurga menurut pandangan Islam. Tekik pengumpulan data penelitian adalah dengan menggunakan angket, data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis. Adapun hasil dapat disimpulkan yaitu: 1. Usaha yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Desa Sawah sebagai penjual pakaian kredit tidak dilakukan dengan adanya bunga hanya sebagai bentuk terimakasih pembeli terhadap penjual karena telah bersedia memberikan bantuan kepada penjual untuk membayar pakaian yang dibeli secara cicilan. 2. Faktor yang mendorong penjual pakaian kredit melakukan usahanya adalah karena semakin sulitya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga banyak mereka yang melakukan usaha tersebut.baik sebagi pekerjaan sampingan maupun sebagai pencarian poko. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan modal, serta cara pemasaran yang kurang efektif. 3. Praktek riba menurut yang dilarang dalam ekonomi Islam adalah pembayaran yang lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan, tandap didasari oleh kerelaan antara kedua belah pihak. Sedangkan mpembayaran yang lebih dalam jual beli secara kredit tidak temasuk kedalam riba yang dilarang dan sah selama kedua belah pihak ridho atas transaksi yang dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 07 Dec 2016 02:08
Last Modified: 07 Dec 2016 02:08
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9359

Actions (login required)

View Item View Item