SITI NUR AZIZAH, - (2026) KEPERCAYAAN MASYARAKAT TENTANG TRADISI PANTANG LARANG PEREMPUAN DI DESA TANDAN SARI KECAMATAN TAPUNG HILIR KABUPATEN KAMPAR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - Siti Nur Azizah.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Siti Nur Azizah.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN PUBLIKASI - Siti Nur Azizah.pdf - Published Version Download (407kB) | Preview |
Abstract
Pantang Larang merupakan bentuk komunikasi normatif adat yang secara simbolis menyampaikan larangan sosial lintas generasi. Di banyak komunitas Melayu, tabu ini berfungsi bukan hanya sebagai pembatasan perilaku tetapi juga sebagai mekanisme pengaturan moral dan pelestarian tatanan budaya. Studi ini meneliti persepsi masyarakat terhadap tradisi Pantang Larang yang ditujukan kepada perempuan di Desa Tandan Sari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, dan menganalisis dampak sosial yang dirasakan. Dengan menggunakan desain penelitian lapangan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel bola salju, menghasilkan enam partisipan kunci yang mewakili latar belakang generasi dan sosial yang berbeda. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi pola tematik yang berkaitan dengan kepercayaan, praktik, dan reinterpretasi tradisi. Temuan menunjukkan bahwa beberapa larangan yang secara khusus ditujukan kepada perempuan tetap dikenal dan, dalam beberapa kasus, dipraktikkan, seperti larangan bagi perempuan yang belum menikah untuk duduk di depan pintu, menginjak kayu bakar dengan kaki, dan pembatasan perilaku tertentu yang dikenakan pada perempuan hamil. Respons masyarakat beragam: sementara beberapa anggota terus menjunjung tinggi tabu-tabu ini sebagai ekspresi disiplin moral dan identitas budaya, yang lain semakin menganggapnya sebagai mitos simbolis dengan relevansi yang semakin berkurang dalam kehidupan kontemporer. Tradisi ini berkontribusi positif terhadap penguatan perilaku etis, kesopanan sosial, dan transmisi nilai-nilai budaya lokal. Namun, tradisi ini juga dapat menimbulkan ambivalensi atau perlawanan, terutama di kalangan perempuan yang menganggap larangan tersebut sebagai pembatasan atau tidak sesuai dengan perspektif modern tentang peran gender. Studi ini menunjukkan bahwa Pantang Larang beroperasi sebagai sistem budaya dinamis yang dinegosiasikan, diperdebatkan, dan ditafsirkan ulang dalam konteks sosial-budaya yang berubah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Studi Agama-Agama | ||||||||||||
| Depositing User: | Ayu - Apriliani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 May 2026 07:16 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 May 2026 07:16 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93557 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
