AHMAD PAUSAN, - (2026) TINJAUAN FIQIH MU’AMALAH TERHADAP SISTEM BAGI HASIL DI PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DESA HUTABARGOT DOLOK KABUPATEN MANDAILING NATAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - AHMAD PAUSAN Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) S1.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - AHMAD PAUSAN Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
||
|
Text (PERNYATAAN PUBLIKASI)
SERAH TERIMA - AHMAD PAUSAN Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) S1.pdf - Published Version Download (366kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Ahmad Pausan (2026): Tinjauan Fiqih Mu’amalah Terhadap Sistem Bagi Hasil di Penambangan Emas Tradisional Desa Hutabargot Dolok Kabupaten Mandailing Natal Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik kerja sama penambangan emas tradisional di Desa Hutabargot Dolok, Kabupaten Mandailing Natal, antara pemilik lahan dan pengelola tambang dengan sistem pembagian hasil dalam bentuk batu material mentah. Praktik tersebut menimbulkan persoalan mengenai kejelasan nilai keuntungan dan potensi unsur gharar dalam perspektif Fiqih Mu‟amalah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui praktik kerja sama penambangan emas yang berlangsung, (2) Menganalisis sistem pembagian hasil yang diterapkan, dan (3) Menilai kesesuaiannya dengan prinsip Fiqih Mu‟amalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pemilik lahan dan pengelola tambang, sedangkan data sekunder bersumber dari kitab, buku, dan penelitian ilmiah. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis dengan membandingkan praktik di lapangan dengan ketentuan akad musyarakah dan konsep gharar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, praktik tersebut secara substansi termasuk akad Musyarakah Inan karena kedua pihak sama-sama memberikan kontribusi dalam usaha. Rukun dan syarat akad pada dasarnya telah terpenuhi meskipun dilakukan secara lisan. Kedua, pembagian hasil berdasarkan jumlah karung batu mentah tanpa kejelasan kadar dan nilai emas mengandung unsur ketidakpastian nilai yang berpotensi menimbulkan gharar. Ketiga, keuntungan harus dibagi berdasarkan nilai laba yang jelas (ma„lum), bukan objek mentah yang belum diketahui nilainya. Kata kunci: Fiqih Mu‟amalah, Musyarakah Inan, gharar, bagi hasil, penambangan emas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Ayu - Apriliani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 05 May 2026 08:28 | ||||||||||||
| Last Modified: | 05 May 2026 08:28 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93537 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
