Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PELAKSANAAN ADAT PASAHAT PAMATANG DI DESA SIMARANCAR KECAMATAN SOSA KABUPATEN PADANG LAWAS PERSPEKTIF FIQH SIYASAH

NURHAYATI SIREGAR, - (2026) PELAKSANAAN ADAT PASAHAT PAMATANG DI DESA SIMARANCAR KECAMATAN SOSA KABUPATEN PADANG LAWAS PERSPEKTIF FIQH SIYASAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (bab gabungan)
SKRIPSI NURHAYATI SIREGAR (TANPA BAB HASIL) - Nurhayatisrg1012 Nurhayatisiregar.pdf

Download (6MB) | Preview
[img] Text (bab hasil)
SKRIPSI NURHAYATI SIREGAR (BAB HASIL) - Nurhayatisrg1012 Nurhayatisiregar.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (786kB)
[img]
Preview
Text (surat publikasi)
publikasi yati - Nurhayatisrg1012 Nurhayatisiregar.pdf

Download (498kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik adat Pasahat Pamatang di Desa Simarancar yang digunakan sebagai bentuk pengakuan terhadap pendatang dalam masyarakat. Di satu sisi, negara melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan telah mengatur pengakuan status penduduk secara formal melalui administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Namun di sisi lain, masyarakat adat masih menerapkan mekanisme pengakuan secara adat melalui Pasahat Pamatang. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pelaksanaan adat tersebut, bagaimana kedudukannya dalam hukum negara, serta bagaimana tinjauannya dalam Perspektif Fiqh Siyasah Dusturiyyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pasahat Pamatang merupakan tradisi adat yang dilakukan oleh pendatang sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap masyarakat setempat. Dari perspektif hukum negara, adat ini tidak memiliki kekuatan hukum formal, namun tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan karena bersifat sosial dan kultural. Dalam perspektif Fiqh Siyasah, khususnya Siyasah Dusturiyyah, adat Pasahat Pamatang dapat dikategorikan sebagai bentuk ‘Urf yang sah, karena mengandung nilai kemaslahatan, menjaga ketertiban sosial, serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Oleh karena itu, adat tersebut dapat diterima dan dipertahankan sebagai bagian dari hukum sosial masyarakat selama tetap berada dalam koridor keadilan dan kemaslahatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorM Alpi Syahrin, -2030048802msyahrin@uin-suska.ac.id
Thesis advisorZulfahmi, -2001017101zulfahmi91@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.14 Ilmu Fiqh, Fiqih, Fikih
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 342.598 Hukum Konstitusi di Indonesia, Hukum Tata Negara Indonesia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara (Siyasah)
Depositing User: Mrs. Rasdanelis -
Date Deposited: 29 Apr 2026 08:25
Last Modified: 04 May 2026 03:04
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93516

Actions (login required)

View Item View Item