AISYAH RAHMADANI SIREGAR, - (2026) KONTEKSTUALISASI MAKNA RAHN DALAM QS. AL-BAQARAH AYAT 283 TERHADAP DIGITALISASI UTANG PERSPEKTIF MUFASSIR KONTEMPORER. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
BAB GABUNGAN - AISYAH RAHMADANI SIREGAR Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - AISYAH RAHMADANI SIREGAR Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (963kB) |
||
|
Text (PERNYATAAN PUBLIKASI)
CamScanner 10-04-2026 11.53 - AISYAH RAHMADANI SIREGAR Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (125kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini berjudul “ KONTEKSTUALISASI MAKNA RAHN DALAM QS. Al-Baqarah AYAT 283 TERHADAP DIGITALISASI UTANG PERSPEKTIF MUFASSIR KONTEMPORER.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan digitalisasi utang yang memberikan kemudahan akses pembiayaan, namun berpotensi mengabaikan prinsip keadilan, transparansi, dan perlindungan hak dalam transaksi muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Q.S. Al-Baqarah ayat 283 tentang konsep Rahn menurut mufassir kontemporer serta mengkaji kontekstualisasi digitalisasi utang berdasarkan makna Rahn dalam perspektif Al-Qur’an. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode tahlili dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data primer meliputi Tafsir al-Tahrīr wa al-Tanwīr karya Ibnu ‘Āsyūr, Tafsir al-Munīr karya Wahbah az-Zuḥailī, dan Tafsir al-Miṣbāḥ karya M. Quraish Shihab. Adapun sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahn dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 283 tidak hanya dipahami sebagai mekanisme teknis jaminan dalam transaksi utang-piutang, tetapi sebagai instrumen syariat yang bertujuan menjaga kepastian hak, keadilan ekonomi, dan tanggung jawab moral, sejalan dengan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya ḥifẓ al-māl. Kontekstualisasi digitalisasi utang menunjukkan bahwa transformasi teknologi tidak mengubah makna Rahn, melainkan hanya pada aspek mekanisme pelaksanaannya. Digitalisasi transaksi utang dapat diterima selama tetap menjaga substansi akad, menghindari unsur riba, gharar, dan dharar, serta menjunjung tinggi nilai keadilan, amanah, transparansi, dan perlindungan hak. Dengan demikian, konsep Rahn tetap relevan dan adaptif dalam dinamika ekonomi digital modern. Kata kunci: Rahn, Digitalisasi Utang, QS. Al-Baqarah Ayat 283, Mufassir Kontemporer
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 03:24 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Apr 2026 03:24 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93427 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
