DINDA AULIA, - (2026) PENAFSIRAN LAFAZ HAKAM DAN ISHLAH DALAM AL-QUR'AN SERTA RELEVANSINYA TERHADAP SOLUSI KONFLIK KELUARGA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
BAB GABUNGAN - DINDA AULIA Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - DINDA AULIA Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (859kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN - DINDA AULIA Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (97kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini berjudul: PENAFSIRAN LAFAZ HAKAM DAN ISHLAH DALAM AL-QUR’AN SERTA RELEVANSINYA TERHADAP SOLUSI KONFLIK KELUARGA. Kajian ini hadir untuk menelusuri penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang memuat konsep hakam dan ishlah serta menggali relevansinya dalam menyelesaikan konflik, khususnya yang terjadi dalam lingkup keluarga. Temuan utama mengungkapkan bahwa kedua konsep ini bukan sekedar gagasan normatif-teologis, melainkan memiliki fungsi strategis sebagai mekanisme praktis. Hakam dan ishlah berperan sebagai mencegah eskalasi konflik sekaligus memulihkan hubungan yang telah retak. Dalam konteks rumah tangga, QS. An-Nisa’ [4]: 34–35 dan 128 memberikan landasan kuat mengenai urgensi kehadiran hakam. Mereka digambarkan sebagai mediator yang tidak hanya adil dan bijaksana, tetapi juga memiliki otoritas moral untuk mendamaikan pihak yang berselisih. Melalui analisis tafsir dari para ulama seperti Ath-Thabari, Sayyid Quthb, hingga M. Quraish Shihab, terlihat adanya konsensus mengenai peran sentral hakam dalam menjaga keutuhan keluarga. Para mufasir ini menekankan bahwa perdamaian dalam Islam memiliki dimensi yang komprehensif, tujuannya bukan sekedar menghentikan pertikaian, melainkan mengembalikan keseimbangan moral dan spiritual di antara para pihak. Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai hakam dan ishlah memiliki keselarasan yang kuat dengan pendekatan solusi konflik modern. Prinsip hakam sejalan dengan mediasi kontemporer yang mengedepankan pihak ketiga yang netral dan terpercaya, sementara ishlah mencerminkan pendekatan rekonsiliasi yang berfokus pada pemulihan hubungan dan keadilan bagi semua pihak. Dengan demikian, solusi al-Qur’an dalam penyelesaian konflik tidak hanya bersifat teoritis, tetapi menawarkan dimensi praktis yang humanis, adil, dan berorientasi pada terciptanya perdamaian yang berkelanjutan dalam kehidupan keluarga. Kata Kunci: Hakam, Ishlah, Konflik Keluarga.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 02:47 | ||||||||||||
| Last Modified: | 14 Apr 2026 01:36 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93423 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
