ANDRIANI ROSITA SARI (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK TRADISI PULANG BAINDUOK PADA MASYARAKAT ADAT DESA MAYANG PONGKAI KECAMATAN KAMPAR KIRI TENGAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
|
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - Andriani rositaaa.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB HASIL - Andriani rositaaa.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
PERNYATAAN PUBLIKASI - Andriani rositaaa.pdf - Published Version Download (419kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Andriani Rosita Sari, (2026): Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Tradisi Pulang Bainduok pada masyarakat adat Desa Mayang Pongkai Kecamatan Kampar Kiri Tengah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya pelaksanaan tradisi Pulang Bainduok dalam kehidupan masyarakat adat Desa Mayang Pongkai, Kecamatan Kampar Kiri Tengah. Tradisi ini merupakan sistem pengakuan sosial bagi pendatang yang menetap di wilayah tersebut melalui pembentukan hubungan kekerabatan dengan keluarga angkat dalam struktur adat. Dalam praktiknya, tradisi pulang bainduok mensyaratkan pemenuhan ketentuan adat tertentu, seperti penyediaan hewan sembelihan dan sejumlah uang yang disepakati untuk biaya adat, yang pada sebagian masyarakat dinilai dapat menimbulkan beban ekonomi, karena tidak semua masyarakat mempunyai kondisi ekonomi yang sama. Kondisi tersebut dapat memunculkan persoalan mengenai kedudukan dan kesesuaiannya dalam hukum Islam khuusus nya perspektif urf. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan empiris yang bersifat sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan ninik mamak, tokoh agama, dan masyarakat adat, serta dokumentasi. Informan penelitian berjumlah tujuh orang yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan tradisi Pulang Bainduok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pulang Bainduok berfungsi sebagai kewajiban adat bagi pendatang untuk memperoleh pengakuan, kedudukan, dan integrasi dalam struktur masyarakat adat. Pelaksanaannya terbagi menjadi dua bentuk, yaitu bagi pendatang yang telah memiliki suku dan pendatang yang belum memiliki suku, dengan perbedaan pada proses pengesahan serta beban adat yang ditanggung. Secara filosofis, tradisi ini mengandung nilai identitas, perlindungan sosial, musyawarah, dan penguatan hubungan kekeluargaan. Dan di dalam tinjauan hukum Islam, tradisi Pulang Bainduok ini termasuk „urf shahih karena tidak bertentangan dengan prinsip syariat serta mengandung kemaslahatan dalam menjaga keteraturan sosial, selama tidak menimbulkan kemudaratan yang berlebihan. Kata Kunci: Pulang Bainduok, kewajiban Adat, urf, hukum Islam, masyarakat Adat
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 03:49 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Apr 2026 03:49 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93392 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
