Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

HUKUM MENGONSUMSI MAKANAN ATAU MINUMAN YANG DICAMPUR SEDIKIT KHAMAR DAN SUDAH HILANG EFEK MEMABUKKANNYA (Studi Komparatif Imam Ibnu Taimiyyah (W.728 H) dan Imam Az-Zarkasyi (W. 894 H)

INTAN MAULANA, - (2026) HUKUM MENGONSUMSI MAKANAN ATAU MINUMAN YANG DICAMPUR SEDIKIT KHAMAR DAN SUDAH HILANG EFEK MEMABUKKANNYA (Studi Komparatif Imam Ibnu Taimiyyah (W.728 H) dan Imam Az-Zarkasyi (W. 894 H). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI INTAN MAULANA - Intan Maulana.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV - Intan Maulana.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PUBLIKASI)
PERNYATAAN PUBLIS - Intan Maulana.pdf

Download (542kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Intan Maulana (2026): Hukum Mengonsumsi Makanan atau Minuman yang dicampur Sedikit Khamar dan Sudah Hilang Efek Memabukkannya, (Studi Komparatif Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Az-Zarkasyi) Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai jenis minuman beralkohol atau khamar yang umumnya digunakan sebagai bumbu dalam masakan. Seperti kuliner Barat maupun Oriental dari negara seperti Cina, Jepang, dan Korea. Contohnya, nasi goreng, mie, cap cay, dan lain-lain. Namun, dalam Islam khamar merupakan sesuatu yang diharamkan dan sudah tertulis dalam Al-Quran. Tujuan dari kajian ini untuk menganalisis dan membandingkan pandangan Imam Ibnu Taimiyyah dan Imam Az-Zarkasyi mengenai hukum mengonsumsi makanan atau minuman yang dicampur sedikit khamar dan sudah hilang efek memabukkannya, serta mengetahui dalil-dalil yang digunakan oleh kedua ulama tersebut dalam menetapkan hukum mengonsumsi makanan atau minuman yang dicampur sedikit khamr dan sudah hilang efek memabukkannya. Penelitian ini menggunakan kategori penelitian kepustakaan (Library Research). Dalam penelitian ini penulis menggunakan data kualitatif. Penulis juga menggunkan pendekatan deskriptif-komparatif. Data yang digunakan adalah data primer, sekunder, maupun tersier. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan metode pustaka (Library Research) yaitu studi kepustakaan yang tidak membutuhkan adanya lokasi. Adapun teknik analisis data yaitu penulis menggunkan komparatif (perbandingan). Hasil penelitian menunjukkan pertama, pendapat dari Imam Ibnu Taimiyah adalah tidak memperbolehkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang dicampur sedikit khamar dan sudah hilang efek memabukkannya, dan tetep terkena hukuman had atau cambuk apabila tidak sengaja meminumnya, didasarkan pada perkataan Aisyah, "Jika aku meringankan bagi kamu dalam masalah ini, sungguh aku meragukan bahwa kamu akan menjadikannya seperti ini". Kedua, pendapat dari Imam Az-Zarkasyi juga tidak memperbolehkan konsumsi makanan atau minuman yang dicampur sedikit khamar dan sudah hilang efek memabukannya didasarkan pada dalil umum pengharaman khamr. Namun, apabila seseorang tidak mengetahui adanya campuran khamar tersebut, maka ia tidak dikenakan had atau hukuman cambuk. Ketiga, di antara dua pandangan tersebut pada dasarnya sejalan dalam menilai bahwa khamr yang telah hilang efek memabukkannya, yang membedakannya ada pada tetap dihukumi had atau tidak. Kata Kunci: makanan, minuman, khamr, Ibnu Taimiyyah, Az-Zarkasyi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorZULFAHMI NUR, -2001017101fahminurarif72@gmail.com
Thesis advisorSYAMSUDDIN MUIR, -2004097003syamsuddin.muir@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mrs. Rasdanelis -
Date Deposited: 30 Jan 2026 01:23
Last Modified: 30 Jan 2026 01:23
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93201

Actions (login required)

View Item View Item