RISKI INDAH INDRIANI, - (2026) PRAKTIK GADAI BERTINGKAT DI KENAGARIAN SARILAMAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT MENURUT FIQIH MUAMALAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
INDRI1567890 wtr-1_merged_removed - Riski indah Indriani.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
INDRI1567890 wtr-1_merged-56-94 - Riski indah Indriani.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (908kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
CamScanner 26-01-26 08.13 - Riski indah Indriani.pdf - Published Version Download (561kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Riski Indah Indriani, (2026): Praktik Gadai Bertingkat di Kenagarian Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat Menurut Fiqih Muamalah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara teori fiqh muamalah dan praktik gadai bertingkat yang terjadi di Nagari Sarilamak. Dalam perspektif syariat Islam, pemanfaatan marhun oleh murtahin dibatasi oleh syarat tertentu, namun dalam praktiknya sawah yang digadaikan dimanfaatkan sepenuhnya oleh murtahin dan dapat dialihkan kepada pihak lain, sehingga menimbulkan praktik gadai bertingkat yang merugikan rahin. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan praktik gadai bertingkat dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Berdasarkan analisis, faktor-faktor tersebut meliputi: kondisi ekonomi masyarakat, kurangnya pemahaman hukum, tidak dilibatkannya lembaga adat, tradisi lokal, terbatasnya akses ke lembaga keuangan syariah, rendahnya pendidikan dan literasi keuangan, serta keinginan untuk mempertahankan aset warisan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pelaksanaan praktik gadai bertingkat sekaligus meninjau kesesuaiannya dengan prinsip fiqh muamalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan sumber data primer yang diperoleh dari masyarakat yang terlibat dalam praktik gadai bertingkat. Sumber sekunder berasal dari literatur, buku, dan dokumen yang relevan, sedangkan sumber tersier meliputi kamus serta dokumen pendukung lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap masyarakat yang terlibat langsung dalam praktik gadai bertingkat. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 12 orang, yang terdiri dari 5 orang rahin dan 5 orang murtahin sebagai informan utama, serta 2 orang aparat wali nagari sebagai informan pendukung. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum rukun dan syarat akad rahn telah terpenuhi, yakni adanya rahin, murtahin, marhun, serta ijab dan qabul meskipun dilakukan secara lisan. Namun, penerapan prinsip-prinsip muamalah tidak sepenuhnya terlaksana. Prinsip tolong-menolong dan amanah berhasil dijalankan, sedangkan prinsip keadilan, kerelaan, serta bebas dari riba dan gharar belum terpenuhi, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dan ketidakjelasan dalam hubungan antara rahin dan murtahin. Temuan ini menunjukkan perlunya pengaturan dan kesepakatan yang lebih jelas dalam praktik gadai bertingkat agar sesuai dengan prinsip fiqh muamalah. Kata Kunci :rahn, gadai bertingkat
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 08:07 | ||||||||||||
| Last Modified: | 27 Jan 2026 08:07 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93023 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
