Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

DAMPAK PENOLAKAN ISBAT NIKAH POLIGAMI SIRI TERHADAP KEDUDUKAN ANAK: PUTUSAN NOMOR 184/PDT.P/2020/PA.PBR DI PENGADILAN AGAMA PEKANBARU

MELIANA KHAIRUNISA, - (2026) DAMPAK PENOLAKAN ISBAT NIKAH POLIGAMI SIRI TERHADAP KEDUDUKAN ANAK: PUTUSAN NOMOR 184/PDT.P/2020/PA.PBR DI PENGADILAN AGAMA PEKANBARU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - MELIANA KHAIRUNISA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - MELIANA KHAIRUNISA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN PUBLIKASI - MELIANA KHAIRUNISA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version

Download (415kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Meliana Khairunisa, (2026) : Dampak Penolakan Isbat Nikah Poligami Siri terhadap Kedudukan Anak: Putusan Nomor 184/Pdt.P/2020/PA.Pbr di Pengadilan Agama Pekanbaru Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan perempuan yang bertujuan membentuk keluarga yang sah dan sejahtera berdasarkan ketentuan agama dan peraturan perundang-undangan. Dalam praktiknya, masih banyak dijumpai perkawinan yang tidak dicatatkan secara resmi, salah satunya adalah poligami siri. Untuk memperoleh pengakuan hukum negara, pihak-pihak yang melakukan perkawinan siri sering mengajukan permohonan isbat nikah ke Pengadilan Agama. Namun, tidak semua permohonan isbat nikah, khususnya yang berkaitan dengan poligami siri, dapat dikabulkan oleh hakim karena tidak terpenuhinya syarat-syarat hukum yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menolak permohonan isbat nikah poligami siri serta menganalisis dampak hukum dari penolakan tersebut terhadap asal usul dan kedudukan hukum anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta literatur hukum yang relevan dengan permasalahan penelitian. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengkaji ketentuan hukum yang berlaku dan mengaitkannya dengan fakta hukum dalam putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan permohonan isbat nikah poligami siri didasarkan pada tidak terpenuhinya syarat formil dan materiil poligami, terutama tidak adanya izin poligami dari pengadilan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Penolakan tersebut berimplikasi pada tidak diakuinya perkawinan secara hukum negara, yang berdampak pada kedudukan hukum anak, khususnya dalam hal asal usul anak dan pemenuhan hak-hak keperdataannya. Meskipun demikian, hukum tetap memberikan perlindungan terhadap anak melalui mekanisme penetapan asal usul anak dan pengakuan hak-hak dasar anak demi menjamin kepentingan terbaik bagi anak. Kata Kunci: Isbat Nikah, Poligami Siri, Kedudukan Anak

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorJUMNI NELLI, -2028067201jumni.nelli@uin-suska.ac.id
Thesis advisorZULFAHMI, -2016109102zulfahmi91@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Ms. Ernawati
Date Deposited: 27 Jan 2026 06:02
Last Modified: 27 Jan 2026 06:02
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92994

Actions (login required)

View Item View Item