ZULKIFLI (2026) UNSUR-UNSUR ISRAILIYYAT KISAH ASHABUL KAHFI DALAM TAFSIR AL-THABARI (Kajian alDakhil Fi al-Tafsir). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
1.LENGKAP TANPA HASIL ZUL - Zul Kifli.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
2. BAB HAASIL - Zul Kifli.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
CamScanner 22-01-2026 12.03 - Zul Kifli.pdf Download (471kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini mengkaji riwayat Israiliyyat dalam penafsiran kisah Ashabul Kahfi (QS. al-Kahfi: 9-26) di dalam Tafsir Jāmi‘ al-Bayān karya Imam Ath-Thabari, melalui pendekatan kajian al-Dakhil fī al-Tafsir,penelitian ini menemukan bahwa karakteristik riwayat Israiliyyat dalam tafsir tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam empat bentuk utama: (a) riwayat yang bersifat penafsiran lafaz (seperti penjelasan tentang makna arraqīm), (b) riwayat yang menjelaskan sebab-sebab peristiwa (latar belakang pelarian pemuda), (c) riwayat yang merinci identitas tokoh (nama, jumlah, dan nama anjing), serta (d) riwayat yang mendeskripsikan kondisi dan keadaan dalam gua. Sumber periwayatan utamanya berasal dari figur seperti Ka‘ab al-Ahbar, Wahab bin Munabbih, dan Ibnu Ishaq, yang banyak mengakses tradisi Ahli Kitab. Ath-Thabari umumnya menyajikan riwayat-riwayat ini dengan metode periwayatan (bil-ma'tsur) yang ketat, mencantumkan sanad secara lengkap, namun sering kali tanpa memberikan komentar atau penyaringan kritis yang memadai.Pengaruh riwayat Israiliyyat terhadap penafsiran Ath-Thabari sangat signifikan. Riwayat-riwayat tersebut berfungsi sebagai pelengkap naratif yang memperkaya dan memperluas deskripsi kisah yang disampaikan secara global oleh Al-Qur'an. Namun, secara metodologis, sebagian besar informasi tambahan ini termasuk dalam kategori Israiliyyat mawqūf (yang tidak dapat diverifikasi kebenaran atau kepalsuannya) dan berpotensi menjadi al-dakhil al-naqli yaitu unsur asing yang menyusup ke dalam tubuh penafsiran melalui jalur periwayatan. Keberadaannya, meskipun memberikan konteks dan warna naratif, berisiko mengalihkan perhatian dari pesan esensial dan 'ibrah (pelajaran) utama kisah, serta melemahkan kemurnian penafsiran jika diterima secara mentah. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan urgensi pendekatan al-dakhil fī al-tafsīr sebagai kerangka kritik yang diperlukan untuk menyaring, mengklasifikasikan, dan menilai validitas riwayat-riwayat semacam itu, sehingga penafsiran Al-Qur'an tetap berlandaskan pada sumber yang otentik dan terhindar dari kontaminasi unsur-unsur asing yang tidak bertanggung jawab Kata Kunci: Israiliyyat, Ashabul Kahfi, Tafsir Ath-Thabari, al-Dakhil, Kritik Tafsir.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 08:59 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Jan 2026 08:59 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92756 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
