HAFIZHUL FADHLY (2026) TINJAUAN TERHADAP KESADARAN HUKUM PELAKU USAHA SANJAI DI KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM MENGENAI PENTINGNYA PENDAFTARAN MEREK. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
|
Text
KECUALI BAB 4Hafizhul Fadhly fix - Hafizhul Fadhly.pdf - Published Version Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB 4Repository Hafizhul Fadhly fix - Hafizhul Fadhly.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
||
|
Text (Surat Pernyataan)
SURAT SERAH SIMPAN KARYA - Hafizhul Fadhly.pdf - Published Version Download (140kB) | Preview |
Abstract
Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), khususnya merek, memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan hukum terhadap identitas dan reputasi produk, sekaligus menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha. Namun, di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam yang dikenal sebagai sentra produksi sanjai, salah satu makanan khas Sumatera Barat kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya pendaftaran merek masih tergolong rendah. Banyak pelaku usaha yang belum memahami bahwa pendaftaran merek merupakan syarat utama untuk memperoleh perlindungan hukum dan hak eksklusif atas merek yang digunakan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan peniruan, persaingan tidak sehat, dan hilangnya hak hukum atas merek. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum pelaku usaha sanjai terhadap pentingnya pendaftaran merek serta dampak hukum yang timbul apabila merek tidak didaftarkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum sosiologis (empiris) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap pelaku usaha sanjai yang telah memiliki izin P-IRT di Kecamatan Tilatang Kamang, serta melalui informasi dari pihak instansi terkait seperti Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sumatera Barat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori kesadaran hukum Soerjono Soekanto yang mencakup empat indikator, yaitu pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum, dan pola perilaku hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum pelaku usaha sanjai terhadap pentingnya pendaftaran merek masih rendah. Sebagian besar pelaku usaha tidak mengetahui keberadaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, tidak memahami manfaat pendaftaran merek, serta beranggapan bahwa izin P-IRT sudah cukup untuk melindungi usaha. Rendahnya kesadaran hukum ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dari pemerintah, anggapan bahwa biaya pendaftaran mahal, serta persepsi bahwa prosedurnya rumit. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan oleh instansi terkait agar pelaku usaha memiliki pemahaman hukum yang lebih baik tentang pentingnya pendaftaran merek sebagai bentuk perlindungan hukum dan penguatan ekonomi lokal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 04:14 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jan 2026 04:14 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92591 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
