RAHMA JULIA FITRI (2026) PELAKSANAAN ADAT UANG LOMPEK PAGA PADA PERNIKAHAN DI NAGARI MAT UA MUDIAK KECAMATAN MATUR KABUPATEN AGAM PERSPEKTIF „URF. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI RAHMA JULIA FITRI - RAHMA JULIA FITRI Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB IV - RAHMA JULIA FITRI Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (Surat Penyataan)
pernyataan publis - RAHMA JULIA FITRI Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Download (550kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Rahma Julia Fitri, (2026): Pelaksanaan Adat Uang Lompek Paga pada Pernikahan di Nagari Matua Mudiak Kecamatan Matur Kabupaten Agam Perspektif „Urf Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan adat Uang Lompek Paga dalam prosesi pernikahan di Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, serta upaya menelaahnya melalui perspektif „urf dalam hukum Islam. Adat ini diberlakukan ketika seorang laki-laki asli nagari menikah dengan perempuan dari luar nagari, di mana pihak keluarga perempuan memberikan sejumlah uang kepada keluarga laki-laki sebagai simbol pelepasan, penghormatan, dan pengikat hubungan kekeluargaan. Nominal uang biasanya setara satu emas 24 karat, tetapi dapat disesuaikan lewat musyawarah agar tidak menimbulkan beban. Permasalahan dalam penelitian ini adalah tidak semua keluarga perempuan mampu memenuhi kewajiban tersebut, terutama mereka yang berada pada kondisi ekonomi menengah ke bawah. Kewajiban pembayaran ini dipandang dapat memberatkan dan tidak sesuai dengan prinsip hukum Islam yang menekankan kemudahan serta menolak praktik yang menyulitkan umat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara dengan enam informan, yaitu satu pasangan suami istri yang menjalani adat Uang Lompek Paga, dua datuak, dua tokoh agama, dan satu tokoh masyarakat. Dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan adat ini berlangsung melalui tahapan terstruktur, mulai dari pertemuan keluarga hingga penyerahan uang pada acara penjemputan pengantin pria. Adat ini memiliki fungsi sosial dan simbolik yang penting, yakni sebagai bentuk pelepasan laki-laki dari tanggung jawab adat nagari serta penguat hubungan antar keluarga. Faktor pendukung pelaksanaan adat ini mencakup kuatnya kesadaran masyarakat dalam mempertahankan tradisi serta perubahan kondisi ekonomi nagari yang menjadikan Uang Lompek Paga sebagai pengganti manfaat sawah abuan. Adapun hambatan utamanya berkaitan dengan kemampuan ekonomi keluarga perempuan, sehingga musyawarah menjadi sarana utama untuk menentukan besaran uang secara adil. Dalam perspektif „urf, tradisi ini memenuhi unsur kebiasaan yang dikenal luas, dilakukan berulang, memiliki manfaat sosial, dan tidak bertentangan dengan prinsip syariat selama tidak memberatkan salah satu pihak. Karena selaras dengan nilai musyawarah, tolong-menolong, dan keharmonisan sosial, adat Uang Lompek Paga dapat dikategorikan sebagai „urf shahih dan tetap relevan untuk dipertahankan dalam masyarakat. Kata Kunci: Pelaksanaan, Penikahan, Adat, Uang Lompek Paga, Perspektif, ‟Urf.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 02:34 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jan 2026 02:34 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92563 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
