ADELIA, - (2026) FILOSOFI WABI-SABI DALAM BUDDHISME ZEN DAN TASAWUF AKHLAKI DALAM ISLAM (STUDI KOMPARATIF). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV ADELIA - ADELIA Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
SKRIPSI BAB IV ADELIA - ADELIA Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT PUBLIKASI - ADELIA Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (394kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang filosofi wabi-sabi dalam Buddhisme Zen dan tasawuf akhlaki dalam Islam. Wabi-sabi merupakan filosofi hidup masyarakat Jepang yang berakar pada ajaran Buddhisme Zen yang menekankan nilai kesederhanaan, penerimaan ketidaksempurnaan, serta kesadaran akan kefanaan sebagai jalan menuju kebahagiaan. Sejalan dengan prinsip ini, tasawuf akhlaki dalam Islam juga membimbing manusia meraih kebahagiaan yang hakiki melalui penyucian jiwa dengan berfokus pada pembinaan dan penyempurnaan akhlak manusia. Meskipun berasal dari ajaran yang berbeda, keduanya memiliki kedekatan prinsip-prinsip utama, namun kajian kritis yang menghubungkan kedua ajaran ini belum pernah dilakukan dalam diskursus akademis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep filosofi wabi-sabi dan tasawuf akhlaki guna menemukan titik persamaan dan perbedaan nilai-nilai etis dan spiritual di antara keduanya. Dalam penelitian ini, penulis menguraikan dua pokok permasalahan utama yaitu: pertama, bagaimana konsep wabi-sabi dalam Buddhisme Zen serta tasawuf akhlaki dalam Islam? Kedua, bagaimana persamaan dan perbedaan nilai-nilai antara wabi-sabi dengan tasawuf akhlaki? Untuk menjawab rumusan masalah ini, peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditinjau dari perspektif tasawuf akhlaki, nilai-nilai wabi-sabi menunjukkan keselarasan etis yang kuat dengan maqāmāt sabar, syukur, zuhud, qanā‘ah, dan ridha. Baik wabi-sabi maupun tasawuf akhlaki, sama-sama mengajarkan kesederhanaan, penerimaan terhadap ketidaksempurnaan, kesadaran akan kefanaan, serta rasa cukup untuk mendapatkan ketenangan batin. Perbedaan mendasar terletak pada landasan teologis, yaitu wabi-sabi bersifat non-teistik dan berpusat pada alam semesta, sedangkan tasawuf akhlaki bersifat teistik dengan landasan tauhid, menempatkan Allah sebagai pusat realitas. Kata Kunci: Wabi-Sabi, Buddhisme Zen, Tasawuf Akhlaki, Islam
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.4 Sufisme, Sufi | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah dan Filsafat | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 01:10 | ||||||||||||
| Last Modified: | 27 Jan 2026 01:27 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92438 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
