ADELINA MARITO PULUNGAN (2026) MISKONSEPSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SDIT AL-IZHAR SCHOOL PEKANBARU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
ilovepdf_merged-2-1_removed - Adelina Marito.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
ilovepdf_merged-2-1-69-117 - Adelina Marito.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
Doc8 - Adelina Marito.pdf Download (69kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Adelina Marito Pulungan, (2025): Miskonsepsi Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDIT Al-Izhar School Pekanbaru Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar menuntut pemahaman konsep yang benar agar siswa mampu menyelesaikan soal secara logis dan ilmiah. Namun, pada praktiknya masih ditemukan berbagai miskonsepsi yang menghambat kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep IPA. Miskonsepsi tersebut dikhawatirkan berdampak pada rendahnya hasil belajar sehingga kesulitan siswa dalam memahami materi IPA pada jenjang selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk miskonsepsi yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal pada mata pelajaran IPA, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya miskonsepsi, serta menganalisis strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi miskonsepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Partisipan penelitian adalah siswa kelas V SDIT Al-Izhar School Pekanbaru yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes soal IPA berbasis konsep, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan triangulasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil tes diagnostik dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sebanyak 59% siswa mengalami miskonsepsi ketetapan urutan trofik, sebanyak 14% siswa mengalami miskonsepsi pemahaman penguraian, sebanyak 22% siswa mengalami miskonsepsi energi vs materi dan sebanyak 25% siswa mengalami miskonsepsi klasik (keyakinan terhadap jawaban). Melalui hasil tes diagnostik tersebut, siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu: siswa dengan kemampuan tinggi, menengah dan rendah, sehingga penelitian temuan ini mengetahui bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, menengah dan rendah. Adapun siswa dengan kemampuan tinggi mengalami miskonsepsi ketetapan urutan trofik, siswa dengan kemampuan menengah mengalami miskonsepsi pemahaman pengurai dan miskonsepsi perbedaan energi dan materi, serta siswa dengan kemampuan rendah mengalami miskonsepsi klasik. Guru berharap ke depannya pembelajaran dapat terus dikembangkan melalui metode dan media yang lebih variatif agar siswa semakin termotivasi dan mampu mencapai kompetensi yang diharapkan. Kata Kunci: Miskonsepsi Siswa, Penyelesaian Soal IPA, Sekolah Dasar, Penelitian Kualitatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah | ||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 03:22 | ||||||||
| Last Modified: | 20 Jan 2026 03:22 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92379 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
