MUHAMMAD FARHAN ALFARIZI, - (2026) EFEKTIVITAS PELAKSANAAN MEDIASI DALAM PERKARA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI MUHAMMAD FARHAN ALFARIZI - MUHAMMAD FARHAN ALFARIZI Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB IV - MUHAMMAD FARHAN ALFARIZI Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
PERNYATAAN PUBLIS - MUHAMMAD FARHAN ALFARIZI Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Download (560kB) | Preview |
Abstract
Penelitian skripsi ini dilatarbelakangi karena angka perceraian melalui cerai gugat di Pengadilan Agama Pekanbaru, menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. Untuk menekan angka perceraian tersebut, Mahkamah Agung Republik Indonesia mewajibkan pelaksanaan mediasi dalam setiap perkara perdata, termasuk cerai gugat sebagaimana diatur dalam PERMA No. 1 Tahun 2016. Dan mediasi merupakan jalan menuju perdamaian dan bahkan bisa memberikan win-win solution kepada para pihak yang berpekara. Namun dalam praktiknya, tidak semua proses mediasi yang berhasil mencapai kesepakatan perdamaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas mediasi dalam perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Pekanbaru, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta relevansinya dengan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif lapangan (field research) dengan pendekatan normatif dan konseptual. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan mediator dan panitera, dokumentasi arsip mediasi 2024–2025, serta studi pustaka. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas mediasi masih relative rendah akibat beberapa faktor: internal para pihak (tekad bercerai dan emosi), keterbatasan mediator (jumlah, waktu, dan kompetensi), faktor teknis (ruangan dan jadwal sidang), serta faktor sosial budaya masyarakat Melayu Riau. Namun, meskipun gagal mencegah perceraian, mediasi tetap penting karena mampu menghasilkan kesepakatan terkait hak asuh anak, nafkah, dan pembagian harta, sehingga mengurangi potensi konflik lanjutan. perdamaian bukan hanya solusi hukum formal, tetapi juga bagian dari ibadah sosial untuk menjaga keutuhan rumah tangga, mencegah perpecahan, dan menegakkan keadilan. Dengan demikian, pelaksanaan mediasi di pengadilan tidak hanya memiliki legitimasi hukum positif, tetapi juga bernilai religius sesuai ajaran Islam. Kesimpulannya, mediasi di Pengadilan Agama Pekanbaru belum optimal sebagai sarana ishlah, tetapi tetap strategis dalam menjaga keadilan dan kemaslahatan keluarga. Kata Kunci: Mediasi, Cerai Gugat, Pengadilan Agama Pekanbaru
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 03:22 | ||||||||||||
| Last Modified: | 20 Jan 2026 03:22 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92378 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
