MUHAMMAD AS’AD ARIFIN, - (2026) ROYALTI HAK CIPTA LAGU SEBAGAI HARTA BERSAMA PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
new TESIS UWO FULL wtr-92-128 - Muhammad As'ad Arifin.pdf - Published Version Download (628kB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
new TESIS UWO FULL wtr_removed - Muhammad As'ad Arifin.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
CamScanner 15-01-2026 17.18 - Muhammad As'ad Arifin.pdf - Published Version Download (710kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK MUHAMMAD AS’AD ARIFIN (2025): “ROYALTI HAK CIPTA LAGU SEBAGAI HARTA BERSAMA PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA” Putusnya perkawinan akibat perceraian akan timbul permasalahan hukum baru terkait hak dan kewajiban serta status dari keduanya. Termasuk di dalamnya adalah harta yang di peroleh ketika masa perkawinan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis terhadap royalti hak cipta lagu sebagai objek harta bersama berdasarkan yurisprudensi hukum di Indonesia, bagaimana mekanisme pembagian royalti hak cipta lagu sebagai harta bersama, dan bagaimana analisis terhadap royalti hak cipta lagu sebagai harta bersama perspektif Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan hukum positif di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data primer diperoleh dari peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, pasal 85-97 dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Data sekunder yang digunakan Adalah buku ilmu hukum, jurnal hukum dan media cetak/ elektronik yang relevan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada permasalahan hukum tentang royalti dari hak cipta lagu, Meskipun hak cipta tetap melekat pada individu yang menciptakan lagu tersebut, royalti yang diperoleh dari hak cipta lagu tersebut harus dibagi apabila terjadi putusnya perkawinan. Pembagian harta bersama atas royalti hak cipta didasarkan dalam Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mengatur bahwa dalam perceraian, harta bersama dibagi secara adil, kecuali ada ketentuan lain dalam perjanjian perkawinan. Status Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam pernikahan menjadi rumit karena sifatnya yang pribadi, tetapi juga bisa menghasilkan keuntungan ekonomi yang dapat dianggap sebagai harta bersama. Maka dalam hal tersebut, Penggugat berhak menerima ½ (50%) dari pendapatan royalti yang diperoleh oleh Tergugat sebagai pencipta lagu. Kata Kunci: Royalti, Hak Cipta, Harta Bersama
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 06:41 | ||||||||||||
| Last Modified: | 19 Jan 2026 06:41 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92339 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
