KHAIRUNNISA, - (2026) ANALISIS MASLAHAH MURSALAH TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA PEKANBARU NOMOR 199/PDT.G/2024/PA.PBR TENTANG PEMALSUAN IDENTITAS DALAM CERAI TALAK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
file/d/1PUgZ1UsZbrf_GB98pRSrVcbiB_0e4H18/view_usp=drive_open Download (117kB) |
|
|
Text (BAB HASIL)
file/d/11Mn7Ung9-b5PNPZ2KMAVyXamwgd-Qcda/view_usp=drive_open Restricted to Repository staff only Download (59kB) |
|
|
Text (SURAT PUBLIKASI)
file/d/1WCSL2bRnf007gPfFMBSwTA0UCAEEGzcI/view_usp=drive_open Download (117kB) |
Abstract
ABSTRAK Khairunnisa, (2025): Analisis Maslahah Mursalah Terhadap Putusan PengadilanAgamaPekanbaruNomor:199/Pdt.G/20 24/PA.Pbr Tentang Pemalsuan Identitas Dalam Cerai Talak Penulisan ini dilatar belakangi dengan adanya putusan nomor 199/Pdt.G/2024/PA.Pbr. yang berisikan permohonan suami yang ingin bercerai dengan memalsukan identitas (error inpersona) istri ke pengadilan agama pekanbaru, kasus ini menjadi dasar gugatan rekonvensi pemohon ditolak karena belum memenuhi syarat formil dan pemohon tidak bersedia lagi untuk mencari identitas termohon dan gugatan pemohon kabur (obscuur libe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam putusan nomor 199/Pdt.G/2024/Pa.Pbr mengenai penolakan gugatan rekonvensi suami dengan alasan pemalsuan identitas, dan bagaimana penerapan prinsip Maslahah Mursalah pada putusan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), dengan mengunakan data hukum primer yaitu putusan Nomor 199/Pdt.G/PA.Pbr dan mengunakan data hukum sekunder berupa undang-undang, hasil dari kalangan hukum, hasil karya pakar hukum. data penelitian ini dikumpulkan dengan mengumpulkan buku-buku yang relevan dengan pembahasan dan teknik analisis yang digunakan adalah metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hakim menolak gugatan rekonvensi karena belum terpenuhinya syarat formil yang diajukan pemohon, sehingga hakim menimbangi bahwa pemangilan terhadap termohon dipandang belum terlaksana secara resmi, dan ketidakjelasan identitas termohon/pemalsuan identitas. Berdasarkan p888enerapan prinsip Maslahah Mursalah terhadap pertimbangan hakim tersebut mengandung nilai Maslahah Mursalah karena dengan tidak diterimanya permohonan cerai talak tersebut dapat melindungi hakhak istri dan anak serta menjaga hifz al nafs, (jiwa), hifz al mal ( harta) hifz al-ird (kehormatan) khususnya istri/termohon yang dipalsukan identitas membahayakan karena dapat menimbulkan kekacauan nasab atau status hukum pernikahannya/waris. akibat pemalsuan identitas terhadap seseorang yang menjadi sebuah alasan kemudharatan bagi seseorang yang dipalsukan identitasnya. Kata Kunci: Maslah Mursalah, Putusan Hakim, Pemalsuan Identitas
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mrs. Rasdanelis - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 08:27 | ||||||||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 08:27 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92230 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
