Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PENAFSIRAN TERM (ABUN DAN WALIDUN) DALAM AL-QUR‟AN SERTA RELEVANSINYA DALAM FENOMENA FATHERLESS (KAJIAN WUJUH WAN NAZHAIR)

MUHAMMAD ARIF, - (2026) PENAFSIRAN TERM (ABUN DAN WALIDUN) DALAM AL-QUR‟AN SERTA RELEVANSINYA DALAM FENOMENA FATHERLESS (KAJIAN WUJUH WAN NAZHAIR). Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
TESIS MUHAMMAD ARIF - Curip 1997.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV - Curip 1997.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PUBLIKASI ARIF - Curip 1997.pdf - Published Version

Download (254kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Muhammad Arif (2025) : Penafsiran Term (Abun Dan Walidun) Dalam Al- Qur‟an Serta Relevansinya Dalam Fenomena Fatherless (Kajian Wujuh Wan Nazhair). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran dua istilah penting dalam Al-Qur‘an, yaitu abun dan walidun, melalui pendekatan wujuh wa annazhair serta relevansinya dalam memahami dan menanggulangi fenomena fatherless di masyarakat modern. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap makna semantik kedua term tersebut, menjelaskan faktor penyebab terjadinya fatherless, serta menelaah solusi yang ditawarkan Al-Qur‘an dalam membangun kembali peran ideal ayah dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis semantik terhadap ayat-ayat yang mengandung lafaz abun dan walidun dalam beberapa surah, di antaranya QS. Al-Baqarah, QS. Asy-Syu‗ara, QS. Maryam, dan QS. Luqman, serta dengan rujukan pada tafsir Al-Qurthubi, Al-Munir, dan Al-Misbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah abun bermakna luas mencakup ayah kandung, kakek, maupun leluhur, sedangkan walidun menunjuk pada ayah kandung secara biologis dan emosional. Fenomena fatherless disebabkan oleh ketiadaan figur ayah secara fisik maupun psikologis yang berdampak pada ketidakseimbangan emosional, moral, dan sosial anak. Al-Qur‘an menempatkan ayah sebagai pendidik spiritual, teladan moral, pelindung emosional, dan penopang ekonomi keluarga. Dengan demikian, kehadiran ayah secara utuh merupakan syarat penting bagi terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta generasi yang kuat secara spiritual dan sosial. Key Words: Abun, Walidun, Wujuh wan Nazhair, Fatherless.

Item Type: Thesis (Thesis)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorMASYHURI PUTRA, -2022047101masyhuri.putra@uin-suska.ac.id
Thesis advisorZAILANI, -2027047201zailani@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Mr Eko Syahputra
Date Deposited: 14 Jan 2026 01:26
Last Modified: 14 Jan 2026 01:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92203

Actions (login required)

View Item View Item