Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PENGEMBANGAN WISATA HALAL (HALAL TOURISM) BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA (Studi Kasus : Lembah Harau)

NOVIANTI MONYCA, - (2026) PENGEMBANGAN WISATA HALAL (HALAL TOURISM) BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA (Studi Kasus : Lembah Harau). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI GABUNGAN.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB HASIL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
2 - Novianti Monyca.pdf - Published Version

Download (452kB) | Preview

Abstract

PENGEMBANGAN WISATA HALAL (HALAL TOURISM) BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Novianti Monyca ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan wisata halal berbasis kearifan lokal di Kabupaten Lima Puluh Kota menggunakan pendekatan komponen destinasi wisata (4A: Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) dan mengidentifikasi tantangan strategis implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Lembah Harau. Informan terdiri dari 10 orang meliputi Kepala Dinas Parpora, Kepala Bidang Pariwisata, Pengawas Halal Kemenag, pengurus LKAAM dan Pokdarwis, pelaku usaha, serta wisatawan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan Lembah Harau memiliki fondasi kuat melalui keselarasan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" dengan prinsip syariah. Komponen atraksi mencakup keindahan alam tebing granit dan tujuh air terjun yang dipadukan atraksi budaya Islami seperti randai, silek tuo, dan kuliner halal. Aksesibilitas memadai dengan infrastruktur jalan layak dan sistem informasi digital berkembang. Amenitas seperti musholla, toilet dengan air bersih, dan restoran halal tersedia namun sertifikasi terbatas (hanya 7 dari 150 homestay dan 30 restoran tersertifikasi). Kelembagaan menunjukkan peran aktif Dispapora sebagai koordinator, Kemenag dalam pembinaan halal, LKAAM dalam pelestarian budaya, dan Pokdarwis dalam pengelolaan destinasi, namun koordinasi masih insidental. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya kapasitas SDM, minimnya sertifikasi halal, promosi belum efektif, koordinasi lemah, anggaran terbatas, dan sistem data tidak akurat. Implikasi penelitian memberikan kontribusi teoretis pengembangan model wisata halal terintegrasi kearifan lokal Minangkabau dengan standar syariah, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi kebijakan penguatan regulasi daerah, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan optimalisasi sinergi stakeholder. Kata kunci: wisata halal, kearifan lokal, Lembah Harau, destinasi wisata, pengembangan pariwisata

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorMuslim, -2005028201muslim.msi@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Administrasi Negara
Depositing User: Ms. Ernawati
Date Deposited: 13 Jan 2026 04:08
Last Modified: 13 Jan 2026 04:08
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92176

Actions (login required)

View Item View Item