DANIEL PRATAMA RAMADHAN, - (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PENYEWAAN KOLAM PANCING (Studi Kasus Kolam Pancing Ocu Kampar dijalan pinang Kec Pangkalan Kerinci Kota Kab Pelalawan). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - danil pratama.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB HASIL - danil pratama.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT SERAH TERIMA - danil pratama.pdf - Published Version Download (351kB) | Preview |
Abstract
Usaha kolam pemancingan merupakan salah satu bentuk kegiatan muamalah yang berkembang di masyarakat, termasuk di Jalan Pinang, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, memiliki 5 kolam pancing dengan sistem penyewaan yang berbeda beda, salah satunya yaitu sistem yang diterapkan pada kolam pancing Ocu Kampar ini mewajibkan setiap pemancing untuk menyewa lapak dan membeli ikan minimal satu kilogram sebelum memulai aktivitas memancing. Ikan yang dibeli kemudian dilepaskan kembali ke dalam kolam bersama ikan milik pemancing lain. Kondisi ini menjadi penting untuk dikaji dari perspektif Fiqh Muamalah, terutama terkait keabsahan akad serta unsur keadilan dalam transaksi sewa-menyewa dan jual beli. Rumuan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana praktik penyewaan kolam pancing Ocu Kampar, Serta bagaimana tinjauan fiqh muamalah terhadap praktik tersebut. , Teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara terhadap 10 informan (pemilik, penjaga, dan pengunjung kolam), serta dokumentasi. Sumber data terdiri dari data primer berupa hasil wawancara dan observasi, serta data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penyewaan kolam pancing Ocu Kampar,Penyewa diwajibkan untuk menyewa lapak yang berada dipinggir kolam kemudian diwajibkan untuk membeli 1kg ikan lele yang berada di kolam lainnya. Hasil yang di dapat oleh penyewa tidak sesuai dengan apa yang sudah di beli, sebagian penyewa merasa di rugikan, tapi sebagian merasa tidak mempermasalahkannya. Hal ini memiliki unsur ketidakpastian manfaat antara ikan yang dibeli dan hasil tangkapan yang diperoleh pemancing. Dalam tinjauan Fiqh Muamalah, akad ijarah dan jual beli harus dilakukan dengan dasar kejelasan, kerelaan, serta tidak mengandung spekulasi yang merugikan salah satu pihak. Dengan demikian, sistem pengelolaan kolam pancing Ocu Kampar dinilai tidak sesuai dengan prinsip fiqh muamalah syariah karena mengandung unsur gharar. Kata Kunci : Fiqih Muamalah, Ijarah, Jual Beli, Gharar"
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.14 Ilmu Fiqh, Fiqih, Fikih | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 04:13 | ||||||||||||
| Last Modified: | 19 Dec 2025 03:23 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91971 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
