UMI FITRI LESTARI, - (2025) MODERASIBERAGAMAPERSPEKTIFAHMAD SYAFI’I MA’ARIF DANRELEVANSINYADENGANKURIKULUM MERDEKA BELAJAR. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - Umi Fitri Lestari.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Umi Fitri Lestari.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (595kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SERAH TERIMA - Umi Fitri Lestari.pdf - Published Version Download (332kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Umi Fitri Lestari, (2025): Moderasi Beragama Perspektif Ahmad Syafi’I Ma’arif dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka Belajar Moderasi beragama merupakan isu penting dalam konteks keberagaman dan pendidikan di Indonesia. Ahmad Syafi‘i Ma‘arif menekankan bahwa moderasi adalah sikap toleran, inklusif, dan harmonis dalam memahami dan menjalani agama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep moderasi beragama sesuai pemikiran Ahmad Syafi‘i Ma‘arif serta menganalisis relevansi nilai-nilai tersebut dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur terhadap pemikiran Ahmad Syafi‘i Ma‘arif dan relevansinya dengan Kurikulum Merdeka Belajar untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai moderasi diterapkan dalam sistem pendidikan. Hasil penelitian ini Menurut Ahmad Syafi‘i Ma‘arif, moderasi beragama menekankan interpretasi agama yang fleksibel dan toleran agar mendorong sikap damai serta pluralisme. Pendekatan ini sangat relevan dengan Kurikulum Merdeka Belajar karena kurikulum ini mendukung pendidikan yang inklusif, multikultural, dan moderat. Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang luas bagi para pelajar untuk menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pelajaran agama Islam. Dengan demikian, pendidikan dapat membentuk karakter peserta didik yang lebih toleran, adil, inklusif, dan memahami konteks sosialnya. Integrasi nilai moderasi beragama dalam Kurikulum Merdeka Belajar sangat relevan dan strategis untuk membentuk profil pelajar Pancasila yang moderat, toleran, dan memiliki wawasan kebangsaan. Hal ini menjadikan pendidikan agama sebagai sarana transformasi sosial yang positif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar memiliki potensi untuk menanamkan nilai-nilai moderasi dalam pendidikan agama Islam dan membentuk karakter peserta didik yang lebih moderat, toleran, serta memiliki wawasan kebangsaan. Bentuk aktualisasi nya ialah Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dan kebebasan belajar sehingga memungkinkan integrasi nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, anti-kekerasan, keadilan, cinta tanah air, musyawarah, dan penghormatan terhadap keberagaman, Integrasi nilai moderasi ini dianggap strategis untuk membangun profil pelajar Pancasila yang seimbang dan positif dalam konteks sosial. Kata kunci: Moderasi Beragama, Ahmad Syafi’i Ma’arif, Kurikulum Merdeka Belajar.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 375 Kurikulum > 375.006 Perubahan Kurikulum, Evaluasi Kurikulum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Dec 2025 06:52 | ||||||||||||
| Last Modified: | 09 Dec 2025 06:08 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91914 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
