DINDA LAILA AMALIA, - (2025) INTERAKSI VIRULENSI BEBERAPA ISOLAT BAKTERI PATOGEN Ralstonia pseudosolanacearum TERHADAP KETAHANAN KLON Eucalyptus pellita F. Muel. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELTIIAN (BAB IV) - Dinda Laila Amalia.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
FILE HASIL PENELITIAN(BAB IV) - Dinda Laila Amalia.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (727kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
PUBLIKASI - Dinda Laila Amalia.pdf - Published Version Download (106kB) | Preview |
Abstract
Produksi Eucalyptus pellita sering kali menghadapi tantangan berupa serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia pseudosolanacearum. Ketahanan tanaman terhadap infeksi patogen ini sangat bergantung pada klon yang digunakan, sementara variasi virulensi isolat Ralstonia juga menunjukkan perbedaan kemampuan dalam menimbulkan gejala penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui respon Eucalyptus pellita terhadap inokulasi isolat bakteri patogen R. pseudosolanacearum dan menganalisis interaksi virulensi beberapa isolat bakteri patogen R. pseusosolanacearum terhadap ketahanan klon E. pellita serta mendapatkan klon E. pellita yang tahan terhadap inokulasi isolat R. pseudosolanacearum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 hingga Mei 2025 di Laboratorium Plant Protection Disease (PPD) dan di Green House Research and Development (R&D) PT. Arara Abadi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuasieksperimental. Perlakuan pada penelitian ini yaitu isolat bakteri patogen R. pseudosolanacearum. Perlakuan yang digunakan adalah pengujian lima isolat bakteri patogen R. pseudosolanacearum (RS08, RS06, RS28, RS20,dan RS67) terhadap 5 klon E. pellita (1518, 0361, 6187, 1516, dan 6098). Hasil penelitian menunjukkan bahwa E.pellita yang diinokulasi dengan R. pseudosolanacearum menunjukkan respon variasi gejala khas seperti klorosis, nekrosis, keluarnya lendir bakteri (ooze), dan lesio berwarna coklat kehitaman. Berdasarkan nilai insidensi gejala, periode laten, dan skor ketahanan, isolat RS08 dan RS06 menunjukkan virulensi tertinggi, sedangkan isolat RS67 paling rendah. Klon 0361 menunjukkan ketahanan paling konsisten terhadap semua isolat, sementara klon 6098 dan 6187 tergolong lebih rentan. Penelitian ini menunjukkan adanya interaksi spesifik antara patogen dengan inang yang berkaitan dengan pengelolaan penyakit layu bakteri. Kata Kunci: interaksi inang-patogen, gejala, layu bakteri, periode laten, lendir bakteri
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian dan Peternakan > Agroteknologi | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Oct 2025 01:45 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Oct 2025 01:45 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91746 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
