Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

TABYIT NIAT PUASA WAJIB MENURUT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I

ALFAJRI SIREGAR, - (2025) TABYIT NIAT PUASA WAJIB MENURUT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - Alfajri Siregar.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (Bab Hasil)
BAB HASIL - Alfajri Siregar.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (Pernyataan)
SURAT SERAH TERIMA - Alfajri Siregar.pdf - Published Version

Download (324kB) | Preview

Abstract

Tabyit niat puasa wajib menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i Penulisan skripsi ini dilatar belakangi bahwa adanya perbedaan pendapat mengenai tabyit niat puasa wajib, sebab puasa wajib merupakan ibadah wajib yang memiliki kedudukan fundamental dalam Islam. Salah satu syarat sahnya puasa adalah adanya niat, yang oleh para ulama dipandang sebagai aspek esensial dalam menentukan nilai ibadah. Namun, perbedaan pendapat muncul mengenai waktu pelaksanaan niat, khususnya jika dilakukan di siang hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi‟i mengenai tabyit niat puasa wajib, menganalisis dalil yang digunakan masing-masing mazhab, serta mengungkap sebab perbedaan pendapat dan menganalisi pendapat keduanya mana yang paling rajih pada konteks kekinian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (Library Research). Sumber data primer meliputi kitab-kitab klasik seperti al-Mabsuth karya Imam al-Sarakhsi dari Mazhab Hanafi dan al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam al-Nawawi dari Mazhab Syafi‟i, sementara sumber sekunder berupa kitab-kitab fiqh muqaran, buku pendukung, serta jurnal terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif, yaitu dengan mendeskripsikan pendapat kedua mazhab kemudian membandingkan persamaan dan perbedaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi membolehkan niat puasa wajib di siang hari sebelum zawal, dengan dasar pemahaman bahwa niat adalah kesengajaan hati untuk berpuasa yang dapat dilakukan selama syarat-syarat puasa terpenuhi. Pandangan ini menekankan aspek kemudahan (taysir) dalam beribadah. Sebaliknya, Mazhab Syafi‟i menegaskan bahwa tabyit niat adalah syarat mutlak, sehingga niat harus dilakukan di malam hari sebelum fajar, dan wajib diulang setiap malam Ramadhan. Perbedaan ini berpangkal pada perbedaan metode istinbath serta pendekatan terhadap hadis Nabi SAW. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kedua mazhab memiliki argumen yang kuat, pandangan Mazhab Syafi‟i lebih relevan diterapkan di masa kini untuk menjaga kehati-hatian dan kepastian hukum dalam beribadah. Kata kunci : puasa, niat, mazhab, komparasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorZUL IKROMI, -2007108602zulikromi86@gmail.com
Thesis advisorHENRIZAL HADI WAHAB, -2015077505hzhw2019@gmail.com
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 29 Sep 2025 06:27
Last Modified: 29 Sep 2025 06:27
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91630

Actions (login required)

View Item View Item