Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PREVALENSI DAN INTENSITAS TELUR PARASIT CACING PADA FESES SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN (RPH) PEKANBARU

KARTINI, - (2025) PREVALENSI DAN INTENSITAS TELUR PARASIT CACING PADA FESES SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN (RPH) PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (Gabungan)
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELTIIAN (BAB IV) - Kartini Putri.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (Bab Hasil)
FILE HASIL PENELTIIAN (BAB IV) - Kartini Putri.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (427kB)
[img]
Preview
Text (Pernyataan)
publikasi - Kartini Putri.pdf - Published Version

Download (108kB) | Preview

Abstract

Sapi merupakan salah satu komoditas ternak penting dalam penyediaan pangan asal hewan, khususnya sebagai sumber daging. Produktivitas sapi dapat menurun akibat gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi parasit, terutama cacing gastrointestinal. Tujuan penelitian untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi telur parasit cacing pada feses sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di Rumah Potong Hewan (RPH) Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode flotasi dan sedimentasi pada 64 sampel feses sapi potong. Parameter yang diukur yaitu prevalensi dan intensitas infeksi telur parasit cacing. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampel feses sapi yang di ambil di RPH Pekanbaru mengandung parasit Nematoda dan Trematoda. Telur parasit cacing yang ditemukan sebanyak 3 jenis, yaitu: Ascaris spp., Strongylus spp. dan Fasciola sp. Prevalensi infeksi tertinggi disebabkan oleh Strongylus spp. (4,69%) dan terendah Fasciola sp. (1,56%). Tingkat intensitas infeksi seluruh telur parasit cacing ratarata sama yaitu 1 butir/individu. Disimpulkan pemeriksaan feses sapi di RPH Pekanbaru perlu dilakukan secara rutin untuk mendeteksi infeksi parasit meskipun intensitasnya ringan. Penelitian lanjutan disarankan dengan jumlah sampel lebih besar, periode lebih panjang, dan metode identifikasi lain agar hasil lebih akurat. Faktor lingkungan seperti sanitasi, kelembaban, dan pengelolaan limbah berperan terhadap risiko kontaminasi, sehingga penting diteliti lebih lanjut hubungannya dengan kualitas karkas dan keamanan pangan. Kata kunci: Intensitas, Prevalensi, Rumah Potong Hewan, Telur Cacing.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRahmi Febriyanti, -2008028401RahmiFebriyanti@uin-suska.ac.id
Thesis advisorArsyadi Ali, -2006077101ArsyadiAli@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Peternakan
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 29 Sep 2025 06:18
Last Modified: 29 Sep 2025 06:18
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91629

Actions (login required)

View Item View Item