Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONTEKSTUALISASI KALIMAT “LAULA AN ASYUQQA” DALAM HADIS TENTANG ANJURAN BERSIWAK PERSPEKTIF MINDFULNESS

NADILA PUTRI, - (2025) KONTEKSTUALISASI KALIMAT “LAULA AN ASYUQQA” DALAM HADIS TENTANG ANJURAN BERSIWAK PERSPEKTIF MINDFULNESS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
FILE LENGKAP NADILA PUTRI (KECUALI BAB IV) - ESA NANDA WINAYU ILMU KOMUNIKASI.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
FILE HASIL NADILA PUTRI (BAB IV) - ESA NANDA WINAYU ILMU KOMUNIKASI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (773kB)
[img]
Preview
Text (PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250728_10204712 - ESA NANDA WINAYU ILMU KOMUNIKASI.pdf - Published Version

Download (154kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Kontekstualisasi Kalimat Laula an Asyuqqa dalam Hadis tentang Anjuran Bersiwak Perspektif Mindfulness.” Hadis tentang bersiwak sebelum salat menyimpan pesan mendalam, bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga kesadaran spiritual. Kalimat “laula an asyuqqa ʿala ummati” yang berarti “seandainya tidak memberatkan umatku” menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. Rasulullah Saw. sangat menganjurkan bersiwak sebelum salat, namun tidak mewajibkannya karena mempertimbangkan potensi kesulitan bagi umatnya. Hal ini menunjukkan bahwa syariat Islam dibangun di atas asas kemudahan dan kasih sayang. Di sisi lain, praktik bersiwak juga memiliki korelasi kuat dengan konsep mindfulness, yakni kesadaran penuh terhadap apa yang sedang dilakukan. Mindfulness dalam bersiwak berarti menyadari niat, proses, dan tujuan ibadah, sehingga seseorang tidak memasuki salat dalam keadaan terburu-buru atau lalai, melainkan dengan kesiapan lahir dan batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kontekstual dari kalimat “laula an asyuqqa” melalui pendekatan hadis dan kaidah fikih, serta menggali relevansinya dengan praktik mindfulness. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan yang bersumber dari kitab-kitab hadis, kitab syarah, dan literatur psikologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang anjuran bersiwak menjelang sholat yang diriwayat An-Nasai dinilai shahih dari segi sanad dan matan. Selain itu, tidak diwajibkannya siwak merupakan bentuk pertimbangan Nabi terhadap kondisi umat, dan praktik siwak dapat dimaknai sebagai bentuk latihan mindfulness yang bermanfaat bagi ketenangan jiwa serta kekhusyukan ibadah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi umat Islam dalam memaknai sunnah bersiwak sebagai bagian dari persiapan batin sebelum menghadap Allah SWT dalam salat. Kata Kunci: Hadis, Laula an Asyuqqa, Siwak, Mindfulness.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorADYNATA, -2012057701adynata@uin-suska.ac.id
Thesis advisorSALMAINI, -2001066901salmaini.yeli@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis
Depositing User: Ayu - Apriliani
Date Deposited: 29 Jul 2025 03:38
Last Modified: 29 Jul 2025 03:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91406

Actions (login required)

View Item View Item