Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

ANALISIS FATWA SYAIKH BIN BAZ (WAFAT 1420 H/ 1999 M) TENTANG NIKAH MISYAR MENURUT FIQIH KONTEMPORER

RIZKI HALIM, - (2025) ANALISIS FATWA SYAIKH BIN BAZ (WAFAT 1420 H/ 1999 M) TENTANG NIKAH MISYAR MENURUT FIQIH KONTEMPORER. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
TESIS RIZKI HALIM - lapak madinah.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV - lapak madinah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN UPLOAD - lapak madinah.pdf - Published Version

Download (567kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Rizki Halim, (2025): Analisis Fatwa Syaikh Bin Baz (Wafat 1420 H/1999 M) tentang NikahMisyar Perspektif Fiqih Kontemporer Nikah Misyar merupakan bentuk pernikahan kontemporer yang dilakukan dengan kesepakatan bahwa istri melepaskan sebagian haknya seperti nafkah, tempat tinggal, dan giliran. Meskipun secara syarat dan rukun pernikahan terpenuhi, praktik ini menuai kontroversi dan perbedaan pendapat di kalangan ulama. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz (w. 1420 H) tentang pelarangan nikah misyar dalam perspektif fikih kontemporer.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari kajian pustaka terhadap fatwa-fatwa Syaikh Bin Baz dan referensi fikih kontemporer lainnya. Syaikh Bin Baz memandang nikah misyar sebagai pernikahan yang tidak sah jika tidak disertai pengumuman (i‟lan). Ia menilai praktik ini menyerupai perzinaan karena dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan merusak maqāṣid al-syarī‟ah, khususnya dalam menjaga kehormatan dan membangun keluarga yang harmonis.Fatwa beliau didasarkan pada pendekatan maqāṣidi yang mengutamakan tujuan syariat dan pertimbangan kemaslahatan. Berbeda dengan sebagian ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi dan Muhammad Syuraim yang membolehkan nikah misyar selama syarat dan rukunnya terpenuhi serta istri rela melepaskan hak-haknya. Perbedaan ini mencerminkan dinamika pendekatan dalam fikih kontemporer, antara legal-formal dan maqashidi-substansial.Kesimpulannya, pandangan Syaikh Bin Baz merupakan bentuk kehati-hatian terhadap dampak sosial nikah misyar. Fatwanya menekankan pentingnya menjaga nilai moral, keadilan, dan perlindungan terhadap perempuan dalam institusi pernikahan di era modern. Kata Kunci: Nikah Misyar, Syaikh Bin Baz, Fatwa, Fikih Kontemporer,Maqashid al-Syari’ah

Item Type: Thesis (Thesis)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAKMAL ABDUL MUNIR, -2006107101akmal.abdul.munir@uin-suska.ac.id
Thesis advisorZAILANI, -2027047201zailani@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Mr Eko Syahputra
Date Deposited: 29 Jul 2025 02:25
Last Modified: 29 Jul 2025 02:25
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91380

Actions (login required)

View Item View Item