Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

HUBUNGAN ANTARA QUARTER-LIFE CRISIS DAN KECERDASAN EMOSI TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA EMERGING ADULTHOOD DI PEKANBARU

SANTI SUNDARI, - (2025) HUBUNGAN ANTARA QUARTER-LIFE CRISIS DAN KECERDASAN EMOSI TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA EMERGING ADULTHOOD DI PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (Gabungan)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - Santi Sundari.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (hasil)
BAB HASIL - Santi Sundari.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (409kB)
[img]
Preview
Text (Pernyataan)
PERNYATAAN PUBLIKASI - Santi Sundari.pdf - Published Version

Download (243kB) | Preview

Abstract

Emerging adulthood merupakan fase transisi antara masa remaja dan dewasa (berkisar antara 18–25 tahun) yang ditandai oleh eksplorasi identitas, hubungan, dan karier. Fase ini sering disertai ketidakpastian dan tekanan yang dapat menurunkan subjective well-being. Quarter-life crisis sebagai bentuk krisis emosional pada usia 20-an berpotensi memperburuk subjective well-being, sedangkan kecerdasan emosi mampu membantu individu menghadapi tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quarter-life crisis dan kecerdasan emosi terhadap subjective well-being pada individu emerging adulthood di Pekanbaru. Sampel berjumlah 363 individu berusia 18–25 tahun, diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Satisfaction with Life Scale (SWLS), Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), skala quarter-life crisis, dan skala kecerdasan emosi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan terdapat hubungan yang signifikan antara quarter-life crisis dan kecerdasan emosi terhadap subjective well-being. Namun secara parsial, hanya kecerdasan emosi yang berhubungan positif dan signifikan, sedangkan quarter-life crisis tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kecerdasan emosi memberikan kontribusi lebih besar terhadap subjective well-being dibandingkan quarter-life crisis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya kecerdasan emosi dalam membantu individu emerging adulthood menghadapi quarter-life crisis dan mencapai subjective well-being yang lebih optimal. Kata Kunci: quarter-life crisis, kecerdasan emosi, subjective well-being, emerging adulthood

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorMUKHLIS, -2017076601Mukhlis1@uin-suska.ac.id
Subjects: 100 Filsafat dan Psikologi
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 29 Jul 2025 02:06
Last Modified: 29 Jul 2025 02:06
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91377

Actions (login required)

View Item View Item