Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

Mahabbah Perspektif Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dan Hamka

Sandi Gio Franata, - (2025) Mahabbah Perspektif Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dan Hamka. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI Revisi terakhir (TANPA BAB HASIL) compres - Sandi Gio Franata.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
simpan karya - Sandi Gio Franata.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (309kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SKRIPSI Revisi terakhir (BAB HASIL) - Sandi Gio Franata.pdf - Published Version

Download (678kB) | Preview

Abstract

. Skripsi ini membahas pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Hamka tentang Mahabbah (cinta). Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah:bagaimana Sejarah munculnya konsep Mahabbah, bagaimana konsep Mahabbah menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, bagaimana konsep Mahabbah menurut Buya Hamka, serta bagaimana perbedaan dan persamaan keduanya dalam memaknai Mahabbah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik. Sumber primer berasal dari karya-karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Buya Hamka. Sumber sekunder berasal dari buku-buku dan jurnal terkait seperti karya Abdul Aziz Mushafa, M. Majdi Marjan, Ali bin Jabir Al-Faifi, Muhammad Akram Abdurrahim Al-Hashimi, dan Zainal Abidin bin Syamsuddin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, makna asli Mahabbah berkaitan dengan kejernihan dan gejolak hati, yaitu kerinduan mendalam untuk bertemu dengan Sang Kekasih (Allah). Beliau menyatakan bahwa cinta adalah keadaan hati yang tenang namun disertai kegelisahan jika jauh dari yang dicintai. Sedangkan menurut Hamka, cinta itu seperti embun yang turun dari langit, menyesuaikan diri dengan tempat jatuhnya. Jika tempat itu kotor, maka cinta menjadi kotor; jika tempatnya bersih, maka cinta menjadi bersih. Hamka juga menggambarkan cinta Allah tercermin dari kalimat "Bismillahirrahmanirrahim" yang mengawali setiap surat dalam Al-Qur’an. Persamaan antara keduanya adalah bahwa Mahabbah merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Perbedaannya terletak pada pendekatan dan penekanan makna dalam mendefinisikan Mahabbah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSukiyat, -2010107001sukiyat@uin-suska.ac.id
Thesis advisorKhairiah, -2016017302khairiah@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Ms. Ernawati
Date Deposited: 28 Jul 2025 08:40
Last Modified: 28 Jul 2025 08:40
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91359

Actions (login required)

View Item View Item