Asyari Reza Alfikri, - (2025) Status Hadis Tentang Perintah Membunuh Ular Terhadap Fenomena Memelihara Ular Dalam Masyarakat Modern. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
Skripsi Asyari Reza (tanpa bab hasil) - ASYARI REZA ALFIKRI Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
Skripsi Asyari Reza (bab hasil) - ASYARI REZA ALFIKRI Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (973kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
surat simpan karya - ASYARI REZA ALFIKRI Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version Download (984kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Status Hadis Tentang Perintah Membunuh Ular Terhadap Fenomena Memelihara Ular Dalam Masyarakat Modern.” Hadis Nabi SAW memuat perintah untuk membunuh ular, khususnya ular berbahaya seperti al-abtar dan dzu ath-thufatayn, karena dapat membahayakan jiwa. Namun, dalam masyarakat modern, muncul fenomena memelihara ular sebagai hewan eksotis, sehingga menimbulkan relevansi terhadap pemahaman literal hadis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan pemahaman hadis tentang perintah membunuh ular serta fenomena sosial yang tetap memelihara ular dengan alasan kontekstual. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: (1) Bagaimana status dan pemahaman hadis tentang perintah membunuh ular, dan (2) Bagaimana relevansi hadis tentang perintah membunuh ular terhadap fenomena memelihara ular dalam masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Dan Teknik pengumpulan data penelitian dengan melakukan takhrij hadis, mengumpulkan data berdasarkan lafaz hadis dan kitab serta buku yang mendukung penelitian ini. Fokus utama penelitian adalah hadis riwayat Abu Daud No. 5252 dan syarahnya dalam kitab ʿAun al- Maʿbūd. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Hadis tersebut tergolong shahih li dzatihi dan merupakan hadis ahad gharib, (2) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relevansi hadis tentang perintah membunuh ular terhadap fenomena pemeliharaan ular dalam masyarakat modern terletak pada perlunya pemahaman kontekstual. Ketidaksesuaian dalam penerapan Hadis muncul karena perbedaan konteks zaman, di mana ular yang dipelihara saat ini umumnya jinak dan tidak membahayakan. Oleh karena itu, penafsiran hadis perlu mempertimbangkan maqāṣid al-syarīʿah, khususnya dalam menjaga keselamatan jiwa dan kelestarian lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2025 08:28 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2025 08:28 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91357 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
