MUHAMMAD FAUZI, - (2025) STUDI KOMPARATIF KONSEP KEPEMIMPINAN PERSPEKTIF AL-MAWARDI (975-1058 M) DAN IMAM KHOMEINI (1902-1989 M). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL - MUHAMMAD FAUZI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (7MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN - MUHAMMAD FAUZI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (674kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250724_14353288 - MUHAMMAD FAUZI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (156kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang konsep kepemimpinan dalam Islam berdasarkan pemikiran dua tokoh penting dari dua aliran besar Islam, yaitu Al-Mawardi (975-1058 M) dari kalangan Sunni dan Imam Khomeini (1902-1989 M) dari kalangan Syiah. Keduanya memiliki pandangan yang sangat berpengaruh dalam membentuk konsep kepemimpinan Islam yang relevan dalam konteks sejarah, politik, dan teologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persamaan dan perbedaan dari pemikiran kedua tokoh tersebut terkait siapa yang berhak untuk memimpin, syarat-syarat pemimpin, cara pengangkatan, hingga tugas atau tanggung jawab dari seorang pemimpin dalam sistem pemerintahan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis komparatif. Data dikumpulkan dari sumber-sumber primer seperti kitab Al-Ahkam as Shulthaniyyah karya Al-Mawardi dan buku-buku yang membahas tentang pemikiran Imam Khomeini mengenai konsep Wilayatul Faqih, serta diperkuat dengan literatur sekunder seperti jurnal, artikel ilmiah, dan karya tulis lainnya yang relevan dengan penelitian ini. Melalui penelusuran literatur diketahui bahwa Al-Mawardi dalam karyanya Al-Ahkam as Shulthaniyyah berpendapat bahwa kepemimpinan (Imamah) berfungsi sebagai penerus tugas kenabian dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia. Ia menetapkan tujuh syarat bagi seorang pemimpin, di antaranya seperti keadilan, kemampuan dalam berijtihad, dan berasal dari keturunan bani Quraisy. Menurutnya pengangkatan pemimpin dapat dilakukan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi dan melalui penunjukan langsung oleh pemimpin sebelumnya. Sementara itu, Imam Khomeini menawarkan suatu konsep kepemimpinan yang dikenal dengan Wilayatul Faqih, yaitu suatu kepemimpinan yang dipegang oleh seorang ulama atau faqih yang telah memenuhi delapan persyaratan, seperti adil, memiliki pengetahuan yang luas, serta tidak dipengaruhi pihak asing. Pemimpin dalam sistem ini dipilih oleh Majelis Ahli (Majles-e Khobregan-e Rahbari) yang beranggotakan para ulama pilihan rakyat. Khomeini memandang bahwa selama masa keghaiban Imam Mahdi maka kepemimpinan harus dijalankan oleh para ulama (faqih) yang memahami hukum Islam. Meskipun Al-Mawardi dan Imam Khomeini memiliki pandangan yang berbeda dalam hal pengangkatan pemimpin, namun keduanya sepakat bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat adil dan ilmu pengetahuan yang luas, agar bisa menjalankan kepemimpinannya dengan baik dan sesuai dengan ajaran Islam. Kata Kunci: Kepemimpinan, Al-Mawardi, Imam Khomeini, Imamah, Wilayatul Faqih.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah dan Filsafat | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2025 08:16 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2025 08:16 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91196 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
