SUNDARI SOLEHAH, - (2025) MAKNA FILOSOFIS TRADISI NYAMBUNGAN ADAT SUNDA DI DESA MEKARLAKSANA KABUPATEN BANDUNG. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Gabungan)
SKRIPSI FULL (2) - SUNDARI SOLEHAH Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (hasil)
HASIL DAN PEMBAHASAN (1) - SUNDARI SOLEHAH Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (734kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
HASIL DAN PEMBAHASAN (1) - SUNDARI SOLEHAH Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (734kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas makna filosofis tradisi Nyambungan, sebuah tradisi masyarakat Sunda di Desa Mekarlaksana, Kabupaten Bandung, yang masih dilaksanakan hingga saat ini. Tradisi ini dilaksanakan dalam konteks acara hajatan seperti pernikahan, dan menjadi wujud nyata dari nilai-nilai sosial seperti gotong royong, silaturahmi, serta rasa hormat terhadap sesama. Tradisi ini berkembang dari bentuk sederhana hingga menjadi sistem yang melibatkan pertukaran simbolis antara tuan rumah (shohibul hajat) dan tamu, baik dalam bentuk bingkisan maupun amplop. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dan fokus di Lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat yang melaksanakan tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyambungan memiliki makna filosofis yang mendalam, mencerminkan nilai-nilai Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh dalam kehidupan masyarakat Sunda. Setiap unsur dalam tradisi, seperti makanan khas (peyeum ketan, bugis, wajik), mengandung simbolisme yang melambangkan kerja sama, ketulusan, dan kebersamaan. Tradisi ini tidak hanya memperkuat struktur sosial, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Peran generasi muda yang turut terlibat dalam proses pelaksanaan menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal masih dapat diwariskan secara aktif. Dengan demikian, Nyambungan merupakan refleksi dari kesadaran kolektif masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya melalui praktik sosial yang filosofis dan berkesinambungan. Kata Kunci: Tradisi Nyambungan, Makna Filosofis, Adat Sunda, Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Budaya Lokal
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah dan Filsafat | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2025 01:35 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2025 01:35 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91161 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
