NABILA SAHARA, - (2025) SIGHAT NAHYI DAN DILALAHNYA DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-BAQARAH (Analisis Semantik dan Tafsir Fathul Qadir karya Imam As-Syaukani). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Gabungan)
BAB GABUNGAN - NABILA SAHARA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (Hasil)
BAB IV - NABILA SAHARA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
Surat pernyataan publikasi - NABILA SAHARA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (611kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas ṣighāt nahyī dan dilalah-nya dalam Surah al-Baqarah dengan menganalisis pendekatan semantik dan Tafsir Fath al-Qadīr. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami struktur bahasa dan makna larangan dalam Al-Qur’an, khususnya bentuk-bentuk nahyī yang tidak selalu menunjukkan keharaman mutlak. Bentuk asli ṣighāt nahyī adalah fi‘l muḍāri‘ yang didahului oleh lā nahy yang menjazmkan. Namun, terdapat pula bentuk lain seperti taḥrīm, karāhah, dan makna majāz yang secara semantik mengandung unsur larangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semantik, yaitu dengan mengkaji lafaz dan struktur ṣighāt nahyī beserta maknanya dalam konteks ayat. Data dikumpulkan melalui analisis isi Surah al-Baqarah serta kajian terhadap literatur tafsir dan kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 bentuk ṣighāt nahyī dalam 25 ayat Surah al-Baqarah yang tergolong sebagai ṣighāt nahyī asli, serta 2 bentuk taḥrīm sebagai jenis nahyī tidak langsung. Dilalah ṣighāt nahyī tidak selalu bermakna haram, namun bisa berarti makruh, irsyād, peringatan, atau doa, tergantung konteks dan qarinah yang menyertainya. Analisis dalam Tafsir Fath al-Qadīr karya Imam asy-Syaukani memperkaya pemahaman makna ayat, khususnya dalam menafsirkan larangan yang bersifat teologis, sosial, dan hukum. Kandungan larangan mencakup aspek teologis, ibadah, sosial, dan hukum, menunjukkan bahwa larangan dalam Al-Qur’an berfungsi sebagai instrumen pembentukan moral, pengendalian perilaku, dan kesadaran etis umat Islam secara komprehensif. Kata Kunci: Ṣighāt Nahyī, Semantik Al-Qur’an, Surah al-Baqarah, Dilalah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2025 01:19 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2025 01:19 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91159 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
