EFEKTIFITAS KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA PEKANBARU DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA

Hidayatur Rahmi, (2013) EFEKTIFITAS KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA PEKANBARU DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201331ADN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Keberadaan pedagang kaki lima sering dianggap dapat mengganggu ketertiban umum dan merusak keindahan kota termasuk keberadaan PKL di Pasar Jongkok. Namun pekerjaan pada sektor informal ini dapat dijadikan potensi yang akan membantu perekonomian masyarakat jika PKL dikelola dan ditata dengan baik. Keberadaan PKL di Pasar Jongkok oleh Pemerintah Kota Pekanbaru ilegal, karena mereka menempati area DMJ (Daerah Milik Jalan) dan dapat menjadi penghalang terciptanya K3 (kebersihan, Kendahan dan Ketertiban) di Kota Pekanbaru ini. Sebagai solusi terhadap masalah PKL di atas, Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluarkan kebijakan merelokasi semua PKL yang ada di Pasar Jongkok ke jalan Balam Sakti yang juga berada di Panam atau lebih dikenal dengan sebutan Pasar Senggol. Namun kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru tersebut tidak berjalan mulus karena relokasi tersebut mendapatkan perlawanan dari PKL yang akan dipindahkan. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian dengan rumusan masalah (1) apakah kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru merelokasi PKL sudah efektif (2) apasaja faktor yang mempengaruhi efektifitas kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam merelokasi PKL tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) untuk mengetahui kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam merelokasi PKL sudah efektif atau belum (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam merelokasi PKL Pasar Jongkok ke Pasar Senggol Panam. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan angket serta wawancara.Adapun yang peneliti jadikan sampel pada penelitian ini adalah PKL, baik yang masih ada di Pasar Jongkok yang berjumlah 14 orang PKL yang ada di Pasar Senggol yang merupakan tempat relokasi yang telah disediakan Pemerintah Kota Pekanbaru berjumlah 77 orang. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam merelokasi PKL Pasar Jongkok ke Pasar Senggol masih belum efektif, karena masih ada PKL di Pasar Jongkok tersebut sampai sekarang. Yang menjadi kendala yang dihadapi Pemerintah Kota Pekanbaru antara lain masih kurangnya ketegasan dari Pemerintah Kota Pekanbaru, rendahnya kesadaran PKL untuk mematuhi peraturan dan kurangnya pengawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 350 Administrasi Negara, Ilmu Kemiliteran > 351 Administrasi Negara
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Administrasi Negara
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 24 Nov 2016 08:54
Last Modified: 24 Nov 2016 08:54
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9103

Actions (login required)

View Item View Item