ARPAN MAWARDI HASIBUAN (2025) HUKUM WARIS BAGI ANAK YANG DALAM KANDUNGAN PERSPEKTIF AL-JUWAYNI DAN AL-SARAKHSI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI ARPAN MAWARDI HASIBUAN - Arpan Mawardi hasibuan.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - Arpan Mawardi hasibuan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
pernyataan upload - Arpan Mawardi hasibuan.pdf - Published Version Download (534kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Arpan Mawardi Hasibuan (2025) : Hukum Waris Bagi Anak Yang Dalam Kandungan Perspektif Imam Al- Juwayni Dan Imam Al-Sarakhsi Hukum waris dalam Islam berperan penting dalam mengatur pembagian harta peninggalan dan menjaga keadilan sosial. Salah satu masalah yang dibahas para ulama adalah hak waris anak yang masih dalam kandungan. Karena Al- Qur‘an dan hadis tidak menyebutkan secara eksplisit tentang hal ini, diperlukan ijtihad dari para ulama. Imam al-Juwayni dan Imam al-Sarakhsi merupakan dua tokoh yang membahas masalah ini secara khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Imam al-Juwayni dan Imam al-Sarakhsi tentang hukum waris bagi anak yang masih dalam kandungan, menganalisis metode istinbat hukum keduanya, serta membandingkan perbedaan pendapat yang muncul antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan komparatif. Data primer berasal dari kitab Nihāyah al-Maṭlab dan al-Mabsūṭ, serta didukung oleh sumber-sumber sekunder lainnya. Data dianalisis secara kualitatif dengan mengkaji isi dan metode istinbat hukum yang digunakan masing-masing ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya sepakat janin berhak mewarisi jika sudah ada dalam kandungan saat pewaris wafat dan lahir hidup. Imam al-Juwayni membolehkan tanpa batas waktu kelahiran selama tidak lebih dari empat tahun. Sebaliknya, Imam al-Sarakhsi mensyaratkan janin lahir dalam waktu enam bulan setelah kematian pewaris. Dalam metode istinbat, al-Juwayni menggunakan pendekatan iḥtimāl dan kekerabatan, sementara al-Sarakhsi menggunakan qiyas dan perhitungan waktu (taqdīr al-zamān). Kata Kunci: Warisan, Janin, al-Juwayni, al-Sarakhsi, Fiqh Muqaran.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.14 Ilmu Fiqh, Fiqih, Fikih | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jul 2025 02:32 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jul 2025 02:32 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91015 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
