DEGI ILHAM PAJRA, - (2025) ANALISIS VALIDITAS JAWABAN CHATGPT TERKAIT PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH AYAT 153. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Gabungan)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV DEGI - DEGI ILHAM PAJRA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Hasil)
SKRIPSI BAB IV DEGI - DEGI ILHAM PAJRA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (662kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT PUBLIKASI DEGI - DEGI ILHAM PAJRA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (394kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul "Analisis Validitas Jawaban ChatGPT Terkait Penafsiran QS. Al-Baqarah Ayat 153", yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dalam diskursus keislaman, termasuk sebagai sumber informasi keagamaan oleh masyarakat umum. Salah satu platform yang paling banyak digunakan adalah ChatGPT, model bahasa buatan yang mampu memberikan jawaban terhadap berbagai pertanyaan, termasuk penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Dalam konteks tersebut, muncul kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi keabsahan dan validitas jawaban yang dihasilkan oleh sistem ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas jawaban ChatGPT dalam menjelaskan QS. Al-Baqarah ayat 153, serta menilai apakah jawabannya sesuai dengan metode dan referensi dalam ilmu tafsir yang otoritatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui interaksi langsung dengan ChatGPT berdasarkan sejumlah prompt atau pertanyaan, kemudian dianalisis dengan membandingkan jawabannya terhadap karya-karya tafsir klasik seperti Tafsir ath-Thabari dan Ibnu Katsir, serta tafsir kontemporer seperti Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab dan Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Fokus analisis mencakup aspek makna kata (leksikal), keakuratan isi, dan validitas referensi yang dikutip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ChatGPT mampu menyajikan penjelasan yang komunikatif dan informatif secara linguistik, banyak jawabannya tidak valid secara metodologis dan akademis. Terdapat ketidaktepatan dalam penyebutan referensi, penggunaan sumber yang tidak dapat diverifikasi, serta adanya fenomena hallucination. Dengan demikian, ChatGPT hanya dapat digunakan sebagai alat bantu eksploratif awal dalam kajian tafsir, bukan sebagai sumber rujukan otoritatif. Penelitian ini merekomendasikan adanya literasi keagamaan digital yang kritis, serta pengembangan lanjutan terhadap kecerdasan buatan agar lebih sesuai dengan prinsip-prinsip keilmuan islam. Kata Kunci: ChatGPT, Tafsir al-Qur’an, Validitas, AI, QS. Al-Baqarah ayat 153
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2025 07:16 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2025 07:16 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90728 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
