NADIRA YASMIN AMRI, - (2025) TRADISI BERANDAM DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT MELAYU DI KELURAHAN KAMPUNG REMPAK KECAMATAN SIAK KABUPATEN SIAK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI NADIRA (TANPA BAB HASIL) - Nadira Yasmin.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI NADIRA (BAB HASIL) - Nadira Yasmin.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (981kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
tambahan repository - Nadira Yasmin.pdf - Published Version Download (581kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi pada eksistensi tradisi berandam yang masih hidup dalam rangkaian pernikahan adat Melayu Siak di kelurahan Kampung Rempak kecamatan Siak kabupaten Siak. Tradisi ini dipercaya memiliki nilai penyucian diri bagi calon pengantin wanita. Namun, praktik mencukur alis yang menjadi bagian dari prosesi berandam menimbulkan persoalan dari sudut pandang hukum Islam karena berkaitan dengan larangan mengubah ciptaan Allah. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana tradisi berandam yang masih hidup dalam rangkaian pernikahan adat Melayu Siak di kelurahan Kampung Rempak kecamatan Siak kabupaten Siak 2. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi tradisi berandam yang masih hidup dalam rangkaian pernikahan adat Melayu Siak di kelurahan Kampung Rempak kecamatan Siak kabupaten Siak, 3. Bagaimana perspektif hukum Islam terhadap tradisi berandam yang masih hidup dalam rangkaian pernikahan adat Melayu Siak di kelurahan Kampung Rempak kecamatan Siak kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan enam informan (Mak Andam, tokoh agama, perangkat kelurahan, dan masyarakat), serta studi dokumentasi untuk melengkapi informasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik mencukur alis dalam tradisi berandam tergolong ‘urf fāsid karena bertentangan dengan ketentuan syariat Islam. Meskipun dilestarikan sebagai adat, praktik ini tidak dapat dibenarkan secara hukum karena termasuk perbuatan an-namsh yang dilarang dalam hadis. Oleh karena itu, tradisi ini perlu ditinjau dan disesuaikan agar tidak menyimpang dari prinsip-prinsip syariat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||
| Depositing User: | Ms. Hidayani | ||||||||
| Date Deposited: | 18 Jul 2025 01:27 | ||||||||
| Last Modified: | 18 Jul 2025 01:27 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90711 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
