TATA HELDYA DWICAHYA, - (2025) PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP FEAR OF MISSING OUT (FoMO) PADA MAHASISWA PEKANBARU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB HASIL - tata heldya.pdf - Published Version Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - tata heldya.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PUBLIKASI - tata heldya.pdf - Published Version Download (201kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial TikTok di kalangan mahasiswa, yang dapat memicu munculnya Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan cemas atau takut tertinggal dari pengalaman sosial yang sedang berlangsung. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh intensitas penggunaan TikTok terhadap tingkat FoMO pada mahasiswa pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode angket (kuesioner) melalui penyebaran angket kepada 100 responden yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria mahasiswa aktif, pengguna aktif TikTok, dan berdomisili di Pekanbaru. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert lima poin berdasarkan indikator durasi, frekuensi, dan atensi untuk variabel intensitas penggunaan TikTok, serta indikator kebutuhan psikologis self dan relatedness untuk variabel FoMO. Hasil analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok terhadap FoMO dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,476 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Interpretasi nilai r menunjukkan bahwa pengaruh intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap Fear of Missing Out (FoMO) berada dalam interval koefisien 0,40–0,599. Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh antara kedua variabel tersebut termasuk dalam kategori sedang. Artinya, sebesar 47,6% variasi dalam tingkat FoMO dapat dijelaskan oleh intensitas penggunaan TikTok, sementara sisanya sebesar 52,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi intensitas penggunaan TikTok, maka semakin tinggi pula tingkat FoMO yang dirasakan oleh mahasiswa, yang mengindikasikan bahwa TikTok sebagai bagian dari media baru memiliki peran kuat dalam membentuk respons psikologis mahasiswa di era digital. Hasil ini memperkuat pentingnya literasi digital dan kesadaran penggunaan media sosial secara bijak di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa yang menjadi bagian dari pengguna aktif media digital.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Komunikasi | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi | ||||||||
| Depositing User: | Mrs Rina Amelia - | ||||||||
| Date Deposited: | 18 Jul 2025 01:26 | ||||||||
| Last Modified: | 18 Jul 2025 01:26 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90708 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
