REZA MAHENDRA, - (2025) Peran Puskesmas Sebagai Fasilitator Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Batang Tumu Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI REZA MAHENDRA (TANPA BAB HASIL) - Reza Mahendra.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI REZA MAHENDRA ( BAB HASIL) - Reza Mahendra.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (825kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERSETUJUAN PUBLIKASI - Reza Mahendra.pdf - Published Version Download (466kB) | Preview |
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis multidimensi yang dipengaruhi oleh kemiskinan, ketahanan pangan, pola asuh, dan akses sanitasi, dengan fase kritis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penelitian ini mengkaji peran Puskesmas sebagai fasilitator dalam pencegahan stunting di Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir yang termasuk dalam 10 kabupaten prioritas stunting di Riau dengan prevalensi 31,2% (2022). Desa Batang Tumu mengalami peningkatan kasus stunting drastis dari 7 anak (2022) menjadi 25 anak (2024), jauh di atas standar WHO (20%) dan didominasi keluarga berpendapatan rendah dengan akses terbatas ke layanan kesehatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terhadap petugas kesehatan, kader posyandu, dan keluarga balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas telah menjalankan peran fasilitator melalui program promotif (edukasi gizi), preventif (pemantauan balita), dan kuratif (penanganan kasus), namun menghadapi tantangan kompleks berupa keterbatasan SDM kesehatan (2 bidan dan 5 kader aktif). Di Desa Batang tumu pada tahun 2022 anak stunting berjumlah 7 orang, pada tahun 2023 berjumlah 15 anak dan pada tahu 2024 anak stunting meningkat menjadi 25 anak. Sedangkan mengenai gizi buruk menunjukkan bahwa pravalensi gizi buruk mengalami peningkatan, terutama pada balita. Pravalensi gizi buruk pada tahun 2023 mencapai 7,7% naik dari 7,1% pada tahun 2024. Selain gizi buruk, masalah kekurangan gizi lain seperti stunting dan underweight (gizi kurang) juga masih jadi perhatian. Kata Kunci: Fasilitator, Pencegahan, Stunting, Batang Tumu
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam | ||||||||
| Depositing User: | Mrs Rina Amelia - | ||||||||
| Date Deposited: | 17 Jul 2025 03:52 | ||||||||
| Last Modified: | 17 Jul 2025 03:52 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90540 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
