PERANAN DINAS PENGELOLAAN PASAR DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA (Studi Kasus Pada Pasar Simpang Aur Kota Bukittinggi)

Hendrizal. M, (2012) PERANAN DINAS PENGELOLAAN PASAR DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA (Studi Kasus Pada Pasar Simpang Aur Kota Bukittinggi). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_2012246ADN.pdf

Download (392kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dinas Pengelolaan Pasar dalam menertibkan pedagang kaki lima di pasar simpang aur Kota Bukittinggi. Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah peranan dinas pengelolaan pasar dalam menertibkan pedagang kaki lima (studi kasus pada Pasar Simpang Aur Kota Bukittinggi). dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Dinas Pengelolaan Pasar dalam menertibkan pedagang kaki lima (studi kasus pada pasar simpang aur Kota Bukittinggi) dan untuk mengetahui faktor -faktor yang mempengaruhi pengelolaan pedagang kaki lima oleh Dinas Pengelolaan Pasar Kota Bukittinggi. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, kuesioner, dan observasi. Kemudian teknik analisa data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif kualitatif, yaitu data yang dikumpul diolah dan dianalisis dengan menguraikan serta mengkaitkan dengan teori – teori yang sesuai dengan susunan sajian data yang dibutuhkan untuk menjawab masing - masing masalah, lalu memberikan interpretasi terhadap hasil yang relevan, kemudian diambil kesimpulan dan saran. Dalam penelitian ini, peranan Dinas Pengelolaan Pasar dalam penertiban pedagang kaki lima (studi kasus pada pasar simpang aur Kota Bukittinggi) terlaksana dengan kurang baik, hal ini disebabkan dalam mengelola pedagang kaki lima pada pasar simpang aur Kota Bukittinggi, pihak Dinas Pengelolaan Pasar memang memiliki pengorganisasian dan pengarahan yang cukup baik, namun perencanaan pihak Dinas Pengelolaaan Pasar dalam menertibkan pedagang kaki lima tersebut masih tergolong perencanaan yang kurang mampu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar, hal ini ditandai dengan banyaknya pedagang kaki lima yang tidak mengindahkan perencanaan pihak Dinas Pengelolaan Pasar untuk berjualan pada tempat yang telah di sediakan. Selain itu pengawaasan yang dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Pasar tergolong pengawasan yang kurang baik dikarenakan kurang cepatnya pihak Dinas Pengelolaan Pasar mengetahui penyimpangan - penyimpangan yang terjadi, dan tidak baiknya tindakan korektif yang dilakukan Dinas Pasar sehingga mengakibatkan muncul pedagang kaki lima yang berjualan di sembarang tempat, sehingga membuat keadaan pasar simpang aur menjadi tidak teratur dan sembraut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 350 Administrasi Negara, Ilmu Kemiliteran > 351 Administrasi Negara
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Administrasi Negara
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 24 Nov 2016 04:39
Last Modified: 24 Nov 2016 04:39
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9054

Actions (login required)

View Item View Item