AMIR HASAN BATUBARA, - (2025) PEMIKIRAN IBNU HAZM TENTANG WASIAT WAJIBAH DALAM KITAB AL MUHALLA. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Gabungan)
SKRIPSI AMIR HASAN BATUBARA - amir hasan batubara.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Hasil)
BAB IV - amir hasan batubara.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
pernyataan upload - amir hasan batubara.pdf - Published Version Download (593kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Amir Hasan Batubara (2025): Pemikiran Ibnu Hazm Tentang Wasiat Wajibah Dalam Kitab Al Muhalla Menurut Ibnu Hazm, wasiat wajibah merupakan wasiat yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang memiliki harta terhadap kerabat yang tidak berhak menerima warisan dikarenakan terhalang atau tidak termasuk dalam kelompok ahli waris. Ibnu hazm berpendapat bahwa wasiat ini bersifat wajib berdasarkan kepada al-Qur‟an surah Al-Baqarah ayat 180. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana pemikiran Ibnu Hazm tentang wasiat wajibah, istinbath hukum yang diterapkan Ibnu Hazm, serta implikasi pemikiran beliau terhadap pembentukan hukum di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang merujuk berbagai literatur yang berkenaan dengan pembahasan penelitian. Adapun sumber data pada penelitian ini yaitu data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer adalah karya yang ditulis oleh Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa‟id bin Hazm, Al-Muhalla. Sedangkan sumber data sekunder adalah data yang didapat dari karya-karya Ibnu Hazm dan Kompilasi Hukum Islam. Sedangkan data tersier adalah literaturliteratur dan buku-buku serta dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penelitian. Adapun metode yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif kualitatif, artinya penulis yang menjabarkan data yang sudah dikumpulkan dan diklasifikasi sehingga membentuk suatu kesimpulan yang ringkas dan jelas. Penelitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut: Ibnu Hazm mewajibkan wasiat bagi kerabat yang tidak mendapat warisan karena halangan tertentu, selama tidak melebihi sepertiga harta. Ia menggali hukum hanya dari Al- Qur‟an, Sunnah, dan Ijma‟, tanpa menggunakan qiyas atau istihsan. Konsep wasiat wajibah menurut Ibnu Hazm berbeda dengan Hukum Islam di Indonesia yang memberikannya kepada anak dan orang tua angkat. Namun, gagasan Ibnu Hazm tetap memengaruhi hukum positif Indonesia dalam menjamin keadilan bagi pihak yang tidak mendapatkan warisan. Kata Kunci: Al-Muhalla, Pemikiran, Wasiat wajibah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 17 Jul 2025 02:01 | ||||||||||||
| Last Modified: | 17 Jul 2025 02:01 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90491 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
