Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONSEP TALAK PERSPEKTIF MUFASSIR DAN FEMINIS

PARJUANGAN POHAN, - (2025) KONSEP TALAK PERSPEKTIF MUFASSIR DAN FEMINIS. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
FILE LENGKAP (KECUALI BAB IV) (1) - Salam Bayo pohan.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
FILE HASIL (BAB IV) (1) - Salam Bayo pohan.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
Surat Publikasi (1) - Salam Bayo pohan.pdf - Published Version

Download (203kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Parjuangan Pohan, (2025): Konsep Talak Perspektif Mufassir Dan Feminis Penelitian ini membahas ayat-ayat talak dalam al-Qur‘an dari perspektif mufassir klasik dan kontemporer serta tokoh feminis Islam. Fokus kajian terletak pada Qs. al-Baqarah ayat 228, 229, 231, dan at-Thalaq ayat 1. Latar belakang penelitian ini berangkat dari ketimpangan gender dalam praktik perceraian yang dominan berpihak pada laki-laki. Tujuan penelitian adalah menganalisis penafsiran mufassir dan feminis terhadap ayat-ayat talak serta membandingkan keduanya. Metode yang digunakan adalah komparatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran mufassir menekankan prosedur, etika talak berdasarkan keadilan. Al-Baqarah ayat 228 membahas masa iddah dan hak rujuk suami dengan niat ishlah serta kelebihan darajah laki-laki. selanjutnya ayat 229 membatasi talak dua kali, melarang pengambilan mahar kecuali khulu‟. ayat 231 melarang rujuk untuk menyakiti istri, dan at-Thalaq ayat 1 mengatur talak saat istri suci dan belum digauli, serta larangan mengusir istri selama iddah. Sedangkan feminis menekankan kesetaraan gender dan keadilan substrantif. AlBaqarah ayat 228 dipahami sebagai penegasan keseimbangan hak dan kewajiban, bukan dominasi laki-laki. ayat 229 mengafirmasi hak khulu‟ bagi perempuan dan menolak talak tiga sekaligus. ayat 231 dikritik sebagai bentuk penyalahgunaan talak yang patriarkal. at-Thalaq ayat 1 dilihat sebagai perlindungan hukum bagi perempuan. Perbandingan menunjukkan mufassir fokus pada struktur hukum dan tanggung jawab suami, sementara feminis menyoroti keadilan, kesetaraan dan peran aktif perempuan. perspektif feminis menjadi korektif atas bias patriarkal dalam tafsir klasik, dengan tujuan memperkuat perlindungan hak perempuan dalam perceraian. Hak talak berada di tangan suami karena secara normatif, suami memiliki tanggung jawab mempimpin dan menyelesaikan konflik rumah tangga. Langkah yang diajarkan al-Qur‘an dimulai dari memberi nasehat, pisah ranjang, hingga tindakan tegas jika istri nusyuz. Jika istri kembali taat, suami tidak boleh memberatkannya. Bila konflik berlanjut, disarankan menghadirkan juru damai, alQur‘an menegaskan untuk melakukan perdamaian daripada perceraian. Secara psikologis, laki-laki dinilai lebih stabil secara emosi dan logis dalam mengambil keputusan, sehingga lebih tepat dalam menentukan talak. Kata Kunci: Talak, Mufassir, Feminis

Item Type: Thesis (Thesis)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorERMAN GHANI, -2017127501ermangani@uin.suska.ac.id
Thesis advisorLukman Hakim, -2002058901man89th@gmail.com
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Mr Eko Syahputra
Date Deposited: 04 Aug 2025 15:07
Last Modified: 04 Aug 2025 15:07
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90408

Actions (login required)

View Item View Item