MUHAMMAD ADNAN ASSYAHIBI, - (2025) POLIGAMI SEBAGAI BENTUK KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP PEREMPUAN: Analisis Komparatif Pemikiran Yusuf Al-Qaradawi Dan Amina Wadud. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
TESIS MUHAMMAD ADNAN ASSYAHIBI - Muhammad Adnan.pdf - Published Version Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - Muhammad Adnan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
pernyataan upload - Muhammad Adnan.pdf - Published Version Download (559kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Muhammad Adnan Assyahibi, (2025): Poligami Sebagai Bentuk Ketidakadilan Gender Terhadap Perempuan: Analisis Komparatif Pemikiran Yusuf Al-Qaradawi Dan Amina Wadud. Poligami merupakan salah satu isu paling kontroversial dalam pemikiran Islam, terutama ketika dikaji melalui perspektif keadilan gender dan hak-hak perempuan. Meskipun secara tradisional dianggap sebagai praktik yang sah dalam hukum Islam, pelaksanaan poligami dalam konteks modern kerap beririsan dengan struktur patriarki dan ketimpangan gender yang sistemik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis poligami sebagai bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan melalui studi komparatif terhadap pemikiran dua tokoh Muslim kontemporer: Yusuf al-Qaradawi dan Amina Wadud. Yusuf al-Qaradawi, seorang ulama terkemuka dalam bidang fikih modern, membela kebolehan poligami dalam situasi-situasi sosial tertentu seperti perang, kemandulan, atau ketidakseimbangan jumlah gender. Namun, ia menegaskan bahwa poligami bukanlah kewajiban atau bentuk ideal dari pernikahan. Ia menekankan bahwa keadilan merupakan syarat mutlak dalam praktik poligami, sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nisa: 3. Sementara itu, Amina Wadud menggunakan pendekatan hermeneutika kritis yang berbasis pada keadilan gender. Ia berpendapat bahwa teks-teks tentang poligami perlu ditafsirkan ulang dalam kerangka nilai-nilai etis Islam, seperti kesetaraan dan rahmah. Bagi Wadud, praktik poligami sering kali menimbulkan dampak psikologis, emosional, dan ekonomi yang merugikan perempuan. Ia menilai bahwa bentuk-bentuk ketidakadilan ini bertentangan dengan prinsip keadilan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana dan hermeneutika kritis berbasis gender untuk menggali konstruksi pemikiran kedua tokoh serta mengaitkannya dengan praktik poligami dalam masyarakat Muslim modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qaradawi memandang poligami sebagai bagian dari syariat yang dibolehkan dengan syarat-syarat ketat, khususnya keharusan menegakkan keadilan antar istri. Ia menekankan maqashid syariah dalam konteks perlindungan terhadap hak-hak perempuan, meskipun tetap mempertahankan posisi legal poligami dalam kerangka normatif Islam. Sebaliknya, Wadud menilai bahwa poligami, dalam praktik dan struktur sosial kontemporer, lebih sering melanggengkan ketidakadilan dan subordinasi perempuan. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika keadilan, Wadud menekankan pentingnya reinterpretasi teks-teks agama agar sesuai dengan prinsip-prinsip kesetaraan dan keadilan substantif. Studi ini menyimpulkan bahwa al-Qaradawi berusaha membatasi dan mengatur poligami agar tetap dalam koridor syariat yang adil, Wadud menolak legitimasi poligami dalam konteks sosial saat ini. Kata kunci: poligami, ketidakadilan gender, Yusuf al-Qaradawi, Amina Wadud.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 04 Aug 2025 07:52 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Aug 2025 07:52 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90232 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
