Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PENERAPAN OVERSTAYING PADA RUMAH TAHANAN KELAS I PEKANBARU BERDASARKAN SURAT EDARAN DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN NOMORPAS -1231.PK.01.01.01. TAHUN 2019

SHELBI ANNAJMI NURRAWI, - (2025) PENERAPAN OVERSTAYING PADA RUMAH TAHANAN KELAS I PEKANBARU BERDASARKAN SURAT EDARAN DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN NOMORPAS -1231.PK.01.01.01. TAHUN 2019. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI SHELBI ANNAJMI FIX_removed - Shelbi Annajmi Nurrawi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
SKRIPSI SHELBI ANNAJMI FIX-45-62 - Shelbi Annajmi Nurrawi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (271kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
Pernyataan shelbi baru - Shelbi Annajmi Nurrawi.pdf - Published Version

Download (472kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Program Overstaying di Rumah Tahanan Kelas I Pekanbaru berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-1231.PK.01.01.01 Tahun 2019. Masalah Overstaying, yang mengacu pada keadaan di mana tahanan tetap berada di rutan setelah masa penahanan mereka seharusnya berakhir, telah menjadi isu serius dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa program overstaying itu penting agar hak-hak tahanan tetap terpenuhi dan tidak ada pelanggaran waktu penahanan yang bisa merugikan mereka maupun institusi, namun pada pelaksanaannya masih belum efektif atau masih banyak terjadi kendala disebabkan oleh keterlambatan penerimaan surat perpanjangan penahanan ataupun sistem administrasi peradilan pidana yang belum terintegrasi dan masih sektoral menyebabkan sering terjadi miskomunikasi antar aparat penegak hukum, sehingga dokumen penting terlambat diterima oleh lapas atau rutan. Keberhasilan program overstaying di Rutan Pekanbaru dinilai dari kemampuan rutan dalam mencegah tahanan melewati batas waktu penahanan yang ditentukan, sehingga hak-hak tahanan terpenuhi tepat waktu dan kapasitas rutan tidak melebihi batas. Namun demikian adapun upaya yang telah dilakukan adalah koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum, monitoring dan evaluasi pelayanan tahanan, peningkatan pengawasan dan audit, sosialisasi dan edukasi penggunaan teknologi dan sistem informasi upaya mengurangi Overcrowding. Penelitian ini juga memuat saran kepada pihak yang berwajib, serta instansi yang terkait agar memperhatikan permasalahan terjadi sehingga ditemukannya solusi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorFebri Handayani, -2008028301febri.handayani@uin-suska.ac.id
Thesis advisorIlham Akbar, -2011048202ilham.unilak@gmail.com
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ms. Hidayani
Date Deposited: 14 Jul 2025 05:23
Last Modified: 14 Jul 2025 05:23
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90071

Actions (login required)

View Item View Item