AZLAN HAMID, - (2025) KEJAHATAN EKSPLOITASI ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN (KAJIAN TAFSIR MAQASIDI). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRPSI GABUNGAN - AZLAN HAMID ILMU ALQURAN DAN TAFSIR.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - AZLAN HAMID ILMU ALQURAN DAN TAFSIR.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (688kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
SURAT PERNYATAAN - AZLAN HAMID ILMU ALQURAN DAN TAFSIR.pdf - Published Version Download (635kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Kejahatan Eksploitasi Anak dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tafsir Maqasidi)” yang bertujuan untuk mengkaji: (1) Hak dan kewajiban anak dalam Al-Qur’an, di mana anak dipandang sebagai amanah dari Allah SWT yang memiliki hak untuk hidup, mendapatkan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, serta status nasab yang jelas, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-An’am [6]: 151, QS. Al-Isra’ [17]: 31, dan QS. At-Tahrim [66]: 6; selain itu, anak juga memiliki kewajiban sesuai usianya seperti belajar, berbakti kepada orang tua, dan menjalankan ajaran agama. (2) Eksploitasi anak dalam kajian tafsir maqasidi, yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap tujuan syariat Islam (maqasid al-syari‘ah), seperti perlindungan jiwa, akal, keturunan, dan harta. Bentuk eksploitasi seperti kerja paksa, kekerasan, pelecehan seksual, dan pengabaian pendidikan bertentangan dengan nilai-nilai dasar Al-Qur’an. Pendekatan tafsir maqasidi memberi pemahaman bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan oleh orang tua, masyarakat, dan negara sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai syariah yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Tulisan ini memiliki argumen bahwa kejahatan eksploitasi anak sesungguhnya telah membungkam hak-hak anak. Orang tua dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Dengan menganalisis makna ayat menggunakan analisis tafsir maqasidi, tentu akan ditemukan maksud atau tujuan dari ayat tersebut. Pelarangan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an terhadap kejahatan eksploitasi terhadap anak secara tidak langsung merupakan suatu bentuk penjagaan terhadap hak manusia. Pendekatan tafsir maqasidi yang digagas oleh Abdul Mustaqim menjadi pendekatan dalam penafsiran kontemporer yang mengutamakan kemashlahatan. Pendekatan ini sangat diperlukan karena dapat menghindari kekakuan dalam dalam dunia penafsiran serta mampu menjawab tantangan dalam isu-isu global.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 14 Jul 2025 04:06 | ||||||||||||
| Last Modified: | 14 Jul 2025 04:06 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90036 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
