INDRA WAHYUDI NASUTION, - (2025) PENAFSIRAN SAYYID QUTB TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF DI ERA MODERN (ANALISIS TAFSIR FI ZILALIL QUR’AN ). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV INDRA WAHYUDI NASUTION - INDRA WAHYUDI NASUTION Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV INDRA WAHYUDI NASUTION - INDRA WAHYUDI NASUTION Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (938kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
SURAT PUBLIKASI INDRA - INDRA WAHYUDI NASUTION Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (362kB) | Preview |
Abstract
Perilaku konsumtif menjadi salah satu tantangan sosial terbesar di era modern, yang ditandai dengan gaya hidup berlebihan, pencarian status sosial melalui konsumsi, serta ketergantungan terhadap tren dan media digital. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpengaruh pada degradasi moral dan spiritual masyarakat. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana Sayyid Qutb dalam tafsir Fi Zilalil Qur’an menafsirkan dan mengkritisi perilaku konsumtif yang merusak tatanan spiritual, sosial, dan ekonomi umat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data utama diperoleh dari tafsir Fi Zilalil Qur’an sebagai sumber primer, sedangkan data pendukung berasal dari literatur-literatur kontemporer terkait konsumsi, kapitalisme, dan pemikiran ekonomi Islam.Sayyid Qutb melihat konsumsi berlebihan (israf) dan pemborosan (tabzīr) sebagai bentuk penyimpangan dari nilai-nilai Islam yang mengajarkan keseimbangan, amanah, dan tanggung jawab sosial. Dalam analisis terhadap QS. Al-Isra’ [17]: 26–27, Al-A’raf [7]: 31, Al-Furqan [25]: 67, An-Nisa’ [4]: 5, At-Takatsur [102]: 1–2, dan Al-Baqarah [2]: 195, Sayyid Qutb menekankan pentingnya hidup hemat, menjauhi berlebih-lebihan, dan menolak sistem kapitalisme-materialisme yang menciptakan ilusi kebutuhan. Tafsir ini menegaskan bahwa gaya hidup Islami harus dilandasi oleh kesadaran tauhid, keadilan sosial, dan etika tanggung jawab terhadap sesama.Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Sayyid Qutb tidak hanya menawarkan pemahaman tekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga memberikan kritik ideologis terhadap budaya konsumtif modern. Tafsir ini sangat relevan dalam membentuk paradigma etika konsumsi Islami dan mendorong munculnya sistem ekonomi alternatif berbasis nilai-nilai Al-Qur’an yang lebih adil, seimbang, dan spiritual. Kata Kunci: Sayyid Qutb, Konsumtif, Tafsir Al-Qur’an, Fi Zilalil Qur’an, Kapitalisme
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 14 Jul 2025 02:51 | ||||||||||||
| Last Modified: | 14 Jul 2025 02:51 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90014 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
