Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

MAKNA LAFAL AL-JANĀH DALAM AL-QUR’AN (Kajian Al-Musytarak Al-Lafzhiy)

FAHMI MUNAWAR, - (2025) MAKNA LAFAL AL-JANĀH DALAM AL-QUR’AN (Kajian Al-Musytarak Al-Lafzhiy). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV FAHMI MUNAWAR - FAHMI MUNAWAR Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV FAHMI MUNAWAR - FAHMI MUNAWAR Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (977kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN)
SURAT PUBLIKASI FAMI - FAHMI MUNAWAR Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (398kB) | Preview

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam menggunakan bahasa Arab yang tidak hanya indah, tetapi juga kaya akan makna dan kompleks, Salah satu fenomena linguistik yang terdapat dalam Al-Qur’an adalah al-musytarak al-lafzhiy, yaitu lafal yang memiliki lebih dari satu makna. Fenomena ini menuntut perhatian khusus dalam penafsiran agar makna yang dikandung setiap ayat dapat dipahami secara tepat sesuai konteks dan asbabun nuzul ayat. Lafal al-janāh merupakan contoh dari fenomena al-musytarak al-lafzhiy, karena dalam Al-Qur’an ia muncul dalam berbagai bentuk dan mengandung makna yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna-makna lafal al-janāh dalam Al-Qur’an dan menganalisis persamaan dan perbedaan para mufasir dalam menafsirkan lafal al-janāh. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan analisis tematik (maudhu‘i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna-makna lafal al-janāh dalam Al-Qur’an di temukan sebanyak enam makna yaitu: 1). dosa, lafal al-janāh bermakna dosa selalu didahului oleh lā atau laysa, menunjukkan bahwa perbuatan tersebut tidak berdosa karena menandakan kebolehan atas sesuatu yang awalnya dianggap dosa, atau merujuk pada anjuran yang bukan kewajiban sehingga boleh memilih di antara dua pilihan. 2). Condong atau cenderung (kepada perdamaian). 3). rendah hati (kepada orang mukmin atau orang tua). 4). sayap (burung atau malaikat). 5). Ketiak. 6). Tangan atau lengan. Para mufasir sepakat dalam menafsirkan empat makna lafal al-janāh: dosa, condong, rendah hati, dan ketiak karena didukung konteks ayat yang kuat. Namun, perbedaan muncul pada makna sayap dan tangan atau lengan sebagian mufasir menafsirkannya secara literal, sementara lainnya secara majazi sebagai perlindungan, kasih sayang, atau ketenangan batin. Perbedaan ini mencerminkan pendekatan tafsir yang beragam, mulai dari tekstual hingga kontekstual spiritual. Kata kunci: Al-Qur’an, al-musytarak al-lafzhiy, al-janāh, dan Tafsir

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAGUSTIAR, -200508710112130213872@students.uin-suska.ac.id
Thesis advisorALPIZAR, -2025066401alpizaruinriau64@gmail.com
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 14 Jul 2025 02:34
Last Modified: 14 Jul 2025 02:34
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90008

Actions (login required)

View Item View Item